Magetan

Kafe-Karaoke di Ruko Grand Magetan Disegel

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Magetan terkesan setengah hati menindak kafe-karaoke di Ruko Grand Magetan Kamis (19/12). Betapa tidak, rencana penyegelan pukul 13.00, diulur hingga pukul 16.00.

Itu pun ternyata hanya menggembok pintu kafe dengan rantai. Tanpa menyertakan pita kuning dan stiker penyegelan. Setelah itu, personel satpol PP dan damkar meninggalkan lokasi. Dua ruko yang digembok. Di sebelah barat diyakini untuk tempat karaoke. Dua lantai dijadikan room. Sedangkan di sebelah timur untuk kantor.

Selang 1,5 jam setelah menggembok pintu kafe, personel korps penegak perda itu kembali lagi. Kali ini memasang pita kuning dan stiker penyegelan. ‘’Tadi kami lupa membawanya,’’ kata Kasi Pembinaan Pengawasan dan Penyuluhan Satpol PP dan Damkar Magetan Arif Hadi.

Menurut Arif, keberadaan kafe-karaoke itu melanggar Perda 3/2014 tentang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat. Apalagi, lokasinya di tengah-tengah lembaga pendidikan. Dampak sosial jadi pertimbangan untuk menyegel kafe tersebut. Pun belum mengantongi izin operasional alias bodong. Namun, setiap malam ada aktivitas. ‘’Aktivitasnya karaoke. Di dalam ada room-nya,’’ ungkapnya.

Namun, pemiliknya membantah. Setiap didatangi, pemilik mengaku masih dalam tahap check sound. Sebelum menutup, Arif sudah memberi tahu pemilik. Penutupan dilakukan setelah upaya pembinaan tidak membuahkan hasil. ‘’Monggo nanti mau ke kantor satpol PP atau tidak,’’ ujarnya.

Arif menyebut kafe beroperasi sejak dua tahun lalu. Namun, baru disegel kemarin. Dalihnya, pemilik sudah diingatkan untuk mengurus izin usaha. Pemilik mengaku masih proses. Namun, izin mendirikan bangunan (IMB) belum juga turun. Sehingga, izin usaha dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Magetan tak keluar. ‘’Baru kami tindak setelah berusaha dengan pendekatan humanis,’’ tuturnya.

Pihaknya sempat ragu bertindak tegas mengingat pengajuan izin usaha masih dalam proses. Namun, pendapatan asli daerah (PAD) harus diselamatkan. Jika kafe beroperasi tanpa izin, tak ada kontribusi masuk ke kas daerah. Karena tak ada dasar penarikan pajaknya. ‘’Supaya PAD Magetan meningkat, saya giring agar mengurus izin dulu,’’ katanya. (bel/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close