Pacitan

Kadispora Kota Surabaya Afghani Wardana Macung Pilkada Pacitan 2020

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Manuver politik jelang Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) Pacitan 2020 kian terbuka. Tidak hanya tokoh lokal yang muncul. Tokoh dari Surabaya Afghani Wardana pun tanpa malu-malu turun gunung demi meraih kursi Bupati Pacitan 2020-2025. Sebelumnya, kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Surabaya itu hanya nampang di reklame jumbo. Tapi, Minggu kemarin (25/8) nongol di Pacitan.

Pria ini memang asli Kelurahan Baleharjo, Pacitan. Rumornya, bakal macung di Pilkada Pacitan 2020. Bermula dari permintaan dan dorongan teman sekolah dan kerabatnya di Pacitan. Rencananya, putra salah seorang ulama Pacitan KH Ali Murtadlo itu bakal menggunakan Partai Demokrat untuk kendaraan politiknya. Pun disebut-sebut kerabat presiden ke-6 RI yang juga Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). ‘’Bismillah, saya ikut tahapan pilkada melalui Partai Demokrat,’’ ucapnya.

Afghani mengklaim pernah bertemu SBY terkait niatnya maju dalam Pilkada Pacitan 2020, Minggu pekan lalu (18/8). SBY memintanya aktif sosialisasi dan ikhtiar. Namun, itu bukan rekomendasi. Melainkan sekadar wejangan. Sedangkan direstui atau tidak oleh Partai Demokrat, dia bakal mengikuti mekanisme yang ada. ‘’Terpenting tetap bekerja dan ikhtiar semoga dapat hasil terbaik,’’ ujarnya.

Sekretaris DPC Partai Demokrat Pacitan Ronny Wahyono mengapresiasi seluruh tokoh yang mulai bermunculan. Menurut dia, hal tersebut menunjukkan banyak masyarakat yang ingin terlibat dalam pembangunan Pacitan. Pasalnya, macung dalam pilkada perlu keberanian dan niat yang baik. Dengan banyaknya calon, bakal muncul persaingan sehat. ‘’Kami memang butuh calon-calon berkualitas. Partai lain pun begitu,’’ ungkapnya.

Tekait kansnya tergusur dalam proyeksi kader yang diusung Partai Demokrat, menurut dia, perlu menunggu dibukanya pendaftaran hingga penentuan nama calon. Baik posisi bupati maupun wakil bupati. Semua melalui rekomendasi DPP, khususnya SBY. Hanya, rekomendasi tersebut bukan sekadar faktor kedekatan.

Ronny menilai SBY objektif. Rekomendasi didasarkan pada penelitian, survei, rekam jejak, hingga visi dan misi. ‘’Beliau (SBY, Red) profesional, negarawan. Mengharamkan koruspi, kolusi, dan nepotisme. Walaupun saudara atau bukan saudara, penilaian akan fair,’’ tegasnya. (odi/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close