Madiun

Kadinkes Tolak Klarifikasi Perbedaan Data Covid-19

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Pemerintah bikin bingung masyarakat. Itu terkait beda data Covid-19 antara Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun dengan Pemerintah Desa/Kecamatan Dolopo. Kedua belah pihak punya versi yang bertolak belakang. Anehnya, dinas tersibuk selama pagebluk korona itu malah bungkam. ‘’Ndak, ndak, ndak,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun Soelistyo Widyantono, Jumat (11/6).

Pukul 10.15 kemarin, Jawa Pos Radar Caruban menemui Soelis, sapaan Soelistyo Widyantono, di ruang kerjanya untuk memberi kesempatan klarifikasi. Namun, dia malah menolak memberi keterangan. Soelis berdalih masih sibuk mengikuti video conference (vidcon) via laptop di mejanya.

Meski bersedia menunggu sampai kesibukannya selesai, Soelis tetap menolak tanpa alasan. Bahkan terang-terangan mengusir. ‘’Wis to, ndak ndak, wis to, ndak ndak. Ojo ditulis lho. Aku sik sibuk. Wis, sana sana,’’ pintanya kepada Jawa Pos Radar Caruban yang belum sempat dipersilakan masuk dan masih berdiri di pintu ruang kerjanya.

Diberitakan sebelumnya, ada perbedaan data kasus Covid-19 antara dinkes dengan Pemdes Dolopo. Versi Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Madiun Anies Djaka Karyawan, Desa Dolopo berstatus zona merah per Rabu (9/6). Dasarnya, terdapat 12 kasus positif aktif di desa tersebut. Pun di rilis data PPKM Mikro Kabupaten Madiun, peta wilayah Desa Dolopo juga berwarna merah. Pun, ada grafik yang menyajikan data salah satu RT di desa tersebut terdapat delapan kasus positif aktif Covid-19.

Sementara versi Kepala Desa (Kades) Dolopo Sayekti, pada hari yang sama desanya zero kasus aktif Covid-19. Bahkan, Sayekti berani menyebut bahwa predikat zona merah itu keliru. Dia menduga update data dinkes terlambat. Sebab, peningkatan kasus korona di Desa Dolopo sudah lewat beberapa waktu sebelumnya. Pihaknya setiap hari juga selalu melaporkan perkembangan Covid-19 di desanya ke kecamatan. (den/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button