Magetan

Kades Temuda dan Tertua Hasil Pilkades Serentak Magetan 2019

Ari Perkuat Teknologi, Rochmadin Fokus Ketenagakerjaan

Jabatan kepala desa (kades) salah satu upaya mengabdi kepada negara. Tugas itu tidak memandang usia. Seperti Kades Giripurno, Kawedanan, Rochmadin yang sudah tidak lagi muda. Sedangkan Kades Kerik, Takeran, Ari Nur Widiyanto, dari generasi milenial.

=========================== 

FATIHAH IBNU FIQRI, Magetan, Jawa Pos Radar Magetan

DUA sosok kepala desa (kades) ini jadi buah bibir. Ari Nur Widiyanto memimpin Desa Kerik, Takeran, di usia 26 tahun. Termuda di antara 184 kades yang dilantik Bupati Magetan Suprawoto Selasa (17/12). Sedangkan Rochmadin, adalah yang tertua. Kades Giripurno, Kawedanan, itu akan berusia 78 tahun ketika mengakhiri masa jabatannya pada 2025. ‘’Saya anggap jabatan kades ini adalah tanggung jawab besar,’’ kata Ari setelah diambil sumpahnya di Pendapa Surya Graha.

Ari memantapkan hati menjadi kades ketimbang berwirausaha atau menjadi startup. Pekerjaan sebagaimana yang dilakukan kawan-kawan segenerasinya. Baginya, kesuksesan itu tidak bisa diukur dengan materi. Melainkan seberapa bergunanya kemampuan yang dimiliki untuk kemaslahatan orang banyak. Sukses itu bukan untuk kepentingan pribadi, tapi orang banyak,’’ ujarnya.

Sebagai generasi milenial, Ari ingin pengoptimalan teknologi. Dia berniat memperbaiki website desa. Keberadaan situs itu bisa menjadi sarana publikasi penggunaan APBDes. Transparansi kepada publik tentang penggunaan anggaran sangat penting. Itu bentuk tanggung jawabnya mengelola dana besar. Melibatkan berbagai kalangan. ‘’Jangan sampai ada yang diselewengkan. Saya tidak ingin ada yang dirugikan,’’ tutur mantan presiden badan eksekutif mahasiswa (BEM) salah satu perguruan tinggi di Kota Madiun tersebut.

Warga diharapkan mengawal kebijakan. Terutama soal penggunaan dana desa (DD) atau alokasi dana desa (ADD). Sebab, duit tersebut bukan melulu untuk pembangunan fisik, tapi juga peningkatan sumber daya manusia (SDM). ‘’Ya ini tantangan besar enam tahun ke depan,’’ kata Ari.

Bersamaan mengemban tugas menjadi kades, Ari yang masih membujang itu sedang melanjutkan kuliah S-2 di Jogjakarta. Menjalani pendidikan di luar kota diklaim tidak akan mengurangi kinerja dan pelayanan kepada warga. ‘’Orang tua mendukung penuh langkah yang saya ambil,’’ ucapnya.

Sedangkan Rochmadin merasa terpanggil untuk membangun desa. Memberikan yang terbaik meski memasuki usia senja. Tentu keterlibatan anak muda penting untuk membantu mengegolkan visi dan misi. ‘’Anak muda harus dirangkul. Inovasi mereka tidak bisa diremehkan,’’ katanya.

Rochmadin ingin membuat desanya lebih agamis, tertib, dan aman. Sebagian anggaran DD digunakan untuk pemberdayaan masyarakat. Warganya harus lebih mandiri. Menciptakan tenaga kerja yang unggul untuk mengurangi angka pengangguran. ”Akan lebih baik kalau bekerja di dekat rumah tanpa harus ke luar kota,’’ ujarnya. ***(cor/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close