Pacitan

Kades Ismono Besarkan Dadapan lewat Bukit Sentono Genthong

Gadaikan Mobil Kesayangan untuk Bayar Hak Puluhan Pekerja

Bukit Sentono Genthong, Desa Dadapan, Pringkuku, bak rising star. Meski diresmikan pertengahan tahun lalu, objek wisata itu sudah meraih penghargaan tingkat provinsi dan nasional. Sosok Ismono, sang kepala desa, ada di baliknya.

=======================

NUR CAHYONO-DENI KURNIAWAN, Pringkuku, Jawa Pos Radar Pacitan

HAMPARAN laut biru yang nun jauh itu terlihat. Berbagai kendaraan meliuk-liku di jalanan. Di lain sudut, tinggi rendah perbukitan yang hijau bikin teduh mata. Panorama tersebut bisa dilihat dari Bukit Sentono Genthong di Desa Dadapan, Pringkuku, Pacitan. ‘’Tambah bagus lagi ketika sunrise,’’ kata Kepala Desa (Kades) Dadapan Ismono.

Bukit Sentono Genthong jadi destinasi wisata andalannya Desa Dadapan. Dua penghargaan direngkuh dalam sebulan terakhir. Yakni, juara III Anugerah Wisata Jawa Timur 2019 dan juara harapan II Desa Wisata Nusantara 2019 kategori berkembang. ‘’Alhamdulillah, buah kerja keras semuanya,’’ ucap kades.

Sebelum November 2017, Bukit Sentono Genthong adalah kawasan hutan yang dipenuhi semak belukar. Tidak pernah ada yang menjamah. Pemerintah desa (pemdes) lantas membuka jalan sebagai akses menuju bukit. Proses pembangunannya memakan waktu enam bulan. Ternyata, dana yang tersedia tidak cukup. Ismono rela menggadaikan mobil Toyota Avanza kesayangannya sebesar Rp 60 juta untuk membayar hak puluhan pekerja.  ‘’Kalau tidak salah ada 22 orang,’’ kata pria 50 tahun itu.

Ismono yang mendesain tata ruang Sentono Genthong. Jiwa seninya ditumpahkan pada penataan letak panggung kecil untuk wisatawan. Posisinya diatur sedemikian rupa agar pengunjung bisa menikmati pemandangan. ‘’Masterplan Sentono Genthong saya sendiri yang buat, tidak pakai konsultan,’’ ujarnya.

Setelah dibuka, Sentono Genthong semakin ramai didatangi pelancong. Bahkan, sempat diberlakukan pembatasan pengunjung pada momen hari besar. Ketenaran itu yang akhirnya menjadikan Sentono Genthong sebagai wakil kabupaten mengikuti sejumlah perlombaan. ‘’Proses awal mengikuti lomba karena ditunjuk dinas,’’ ucap bapak dua anak itu.

Dikunjungi wisatawan berbagai daerah, pendapatan asli desa (PADes) pun meningkat. Dari sebelumnya hanya puluhan juta, kini ratusan juta rupiah. Mempertahankan lebih susah dari meraih. Ismono bakal meningkatkan sumber daya manusia (SDM) pihak-pihak yang terlibat dalam pengelolaan wisata. Salah satunya penggunaan bahasa asing. “Kalau misal kedatangan wisatawan dari Jepang, kami harus memahami bahasanya,’’ ujarnya. ***(cor/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close