Mejayan

Kades di Kabupaten Madiun Minta Insentif Petugas Pemungut PBB-P2

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Mayoritas kepala desa (Kades) di Kabupaten Madiun pusing karena PBB-P2. Selain kendala sistem pembayaran, insentif petugas pemungut pajak juga dikeluhkan. ‘’Pemungut pajak tidak mendapat insentif. Itu sama dengan beban,’’ kata Kades Doho, Dolopo, Slamet Daroini Mukti, Selasa (5/10).

Menurut Slamet, memungut pajak di desa bukan perkara gampang. Petugas tidak langsung menerima pembayaran pajak saat pertama datang ke rumah warga. ‘’Harus disadari, pemungut pajak itu bisa sampai lima kali datang belum dapat pembayaran. Jika ada insentif, akan menjadi motivasi tersendiri,’’ ujarnya.

Khusus tahun ini, petugas pemungut tidak dapat setor duit pajak ke bank lantaran sistem. Kondisi tersebut juga menjadi momok bagi petugas pemungut. ‘’Kalau ada opsi bank lain untuk pembayaran PBB-P2, akan lebih bagus. Saat yang satu trouble, bisa bayar ke bank lain,’’ ungkap Slamet. (den/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button