Mejayan

Jumlah Sumur Pompa Tidak Cukup untuk Mengairi 4.600 Hektare

CARUBAN – Keberadaan 107 unit sumur submersible tidak sepadan meng-cover 4.600 hektare lahan pertanian yang terancam puasa air. Cakupan irigasi pompa sumur dalam itu belum ideal terhadap luasnya wilayah yang bakal terdampak ketika pintu tiga waduk ditutup. ‘’Jumlahnya masih kurang,’’ kata Plt Kabid Pengairan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Madiun Maskur Yatim Selasa (23/7).

Maskur menyebut, satu unit sumur pompa sanggup mengalirkan air dengan radius 10 hektare. Sehingga tidak cukup mengaliri untuk seluruh wilayah pertanian. Namun, tidak ada ukuran pasti jumlah ideal submersible. Pasalnya, keberadaan sarana bantu pengairan itu mempertimbangkan luasan dan sebaran titik kekeringan. ‘’Kalau misalnya, lahan yang kering hanya lima hektare, tidak mungkin dibuatkan submersible karena potensi irigasinya bisa lebih luas,’’ bebernya.

Tahun ini ada penambahan 11 unit submersible di Kecamatan Dagangan, Saradan, dan Balerejo. Enam di antaranya proses pembangunan. Bujetnya dari dana alokasi umum (DAU) dengan pagu masing-masing unit sekitar Rp 200 juta. Penambahan belasan unit itu hasil menerima pengajuan dari pemerintah desa (pemdes). Kemudian diseleksi lewat mengkaji lokasi sebelum diusulkan pengadaannya. ‘’Pompa sumur dalam ini juga tidak bisa terlalu banyak demi menjaga air permukaan,’’ ucapnya sembari menyebut dinas pertanian dan perikanan (disperta) juga memiliki program submersible.

Seratusan submersible tersebar di beberapa kecamatan yang menjadi cakupan area irigasi Waduk Dawuhan, Wonoasri; Notopuro, Pilangkenceng; dan Saradan. Peranti yang mampu menyedot air hingga kedalaman 100 meter itu diklaim dalam kondisi prima. Diyakini mampu mem-back up ketersediaan air hingga musim penghujan tiba. Kendati kubikasi debit air yang dikeluarkan tidak banyak. ‘’Dengan catatan tidak semua menanam padi, tapi juga ada palawijanya,’’ tuturnya.

Maskur menyebut, penanaman palawija memang disarankan pada musim tanam ketiga saat kemarau. Sebab, tanaman jenis itu bisa tumbuh dengan sedikit air. Ketentuan itu agar irigasi sumur pompa bisa terbagi rata ke seluruh petani. Pihaknya berkoordinasi dengan himpunan petani pemakai air (HIPPA)  agar petani patuh. ‘’Kami sama ratakan dengan lahan pertanian yang jauh dari waduk,’’ ujarnya seraya menyebut area terjauh dari waduk cenderung menerima sedikit pasokan air. (cor/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close