Ngawi

Jumlah Pasien Positif Korona di Ngawi Tembus 40

TGTPP Sebut Tambahan Kasus Sulit Dibendung

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Tren penambahan kasus positif Covid-19 belum berhenti. Senin (20/7) terdapat tambahan lima pasien positif baru. Dua di antaranya merupakan pasangan suami istri (pasutri) asal Desa Beran, Ngawi.

Terpaparnya pasutri tersebut bermula saat sang suami piket kantor ke Surabaya. Sehari berselang, yang bersangkutan pulang ke Ngawi dan sepekan kemudian merasakan gejala meriang. Hasil pemeriksaan swab, pria itu dinyatakan terkonfirmasi positif. Menyusul kemudian istrinya ikut terpapar.

Selain pasutri tersebut, seorang warga Desa Watualang, Ngawi, juga dinyatakan positif Covid-19. Sebelumnya yang bersangkutan bekerja di salah satu perusahaan di Sidoarjo. ‘’Semua pasien itu saat ini menjalani perawatan di RSUD dr Soeroto,’’ kata Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTPP) Covid-19 Ngawi Budi ’’Kanang’’ Sulistyono.

Kanang mengungkapkan, dari lima pasien positif baru tersebut, dua di antaranya berkaitan dengan klaster takziah Mantingan. ‘’Yang klaster takziah Mantingan itu penularannya memang di wilayah Ngawi, tapi yang membawa virusnya orang luar daerah,’’ paparnya.

Diakuinya, penambahan kasus positif sulit dibendung. Pasalnya, kasus baru didominasi warga yang bekerja di luar daerah. ‘’Pulang ke Ngawi, lalu sakit dan dinyatakan terinfeksi. Kalau seperti itu kan susah dihindari,’’ tutur pria yang juga menjabat bupati tersebut.

Bersamaan adanya tren penambahan kasus baru, sosialisasi mengenai pentingnya menaati protokol kesehatan harus lebih digalakkan. Bukan malah berhenti lantaran dianggap tidak efektif. ‘’Sosialisasi harus terus dilakukan. Kami juga tidak mungkin menolak warga Ngawi dari luar kota yang pulang gara-gara sakit,’’ ucapnya. (tif/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close