Pacitan

Jumlah EWS Tsunami Tak Ideal, Hanya 15 Unit dari 27 Desa Rawan

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Jumlah early warning system (EWS) tsunami Pemkab Pacitan tidak sebanding dengan potensi daerah terdampak. Dari 27 desa rawan, pemkab hanya memiliki 15 unit peranti peringatan dini tersebut. ‘’Ya, jumlahnya masih kurang,’’ kata Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan Dianita Agustinawati Rabu (24/7).

Menurut Dianita, idealnya EWS ada satu di setiap desa di sepenjang pesisir pantai. Namun, anggaran untuk pengadaan terbatas. Meski tanpa alat itu, upaya kewaspadaan tsunami dilakukan lewat jargon 20:20:20. Artinya, usai terjadi gempa 20 detik, warga punya waktu 20 menit menyelamatkan diri di ketinggian 20 meter. ‘’Teknologi memang perlu, tapi lebih penting adalah kewaspadaan setiap warga,’’ ujarnya.

Direktur Pemberdayaan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Lilik Kurniawan mengatakan, informasi potensi tsunami wajib diketahui warga pesisir pantai. Mengingat tingkat urgensinya, pemkab diminta menambah jumlah EWS. Jumlah penambahannya disesuaikan rentang jarak sirine alat itu tidak lagi terengar. ‘’Pemasangan harus didampingi BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Red),’’ ujarnya.

EWS perlu dilengkapi untuk penderita disabilitas. Misalnya, panduan lampu untuk tunarungu. Alat itu juga dikembangkan lewat aplikasi smartphone. Ketika ada tanda-tanda  potensi tsunami, telepon pintar akan bergetar. ‘’Pengembangan dari BMKG dan LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Red),’’ sebutnya. (odi/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close