Madiun

Jumlah Destana Masih Minim, dari 84 Desa Baru Terbentuk 13

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Banjir kembali menerjang Kabupaten Madiun dua hari terakhir. Dampaknya, sejumlah desa terendam. Di antaranya, Desa Tempursari dan Desa Purworejo.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Madiun Muhammad Zahrowi mengatakan, banjir menggenangi dua desa itu lantaran saluran air yang ada tidak berfungsi dengan baik. ‘’Sehingga, air meluap saat hujan deras,’’ ujarnya.

Di Desa Tempursari terpantau ketinggian air mencapai 15 sentimeter. Sedangkan, di Desa Purworejo setinggi 50 sentimeter. Kendati demikian, luapan banjir cepat surut setelah hujan reda. ‘’Masalahnya sudah jelas, saluran-saluran air tidak mampu menampung debit air saat hujan dengan intensitas tinggi,’’ terang Rowi, sapaan Muhammad Zahrowi.

Sebagai tindak lanjut, dia mendorong masyarakat untuk membersihkan saluran air. Karena tak jarang terdapat saluran air yang tersumbat material sampah, bambu, atau pepohonan. ‘’Hujan lebat itu tidak bisa ditolak, tapi bisa dilakukan pengurangan risiko bencana. Termasuk penormalan saluran air untuk bencana banjir,’’ jelas mantan camat Dagangan itu.

Rowi juga mendorong ditambahnya desa tanggap bencana (destana). Saat ini, baru terdapat 13 destana yang terbentuk. Sementara, yang menjadi prioritas ada 84 destana. ‘’Dengan adanya destana, edukasi tanggap bencana akan dengan cepat tersalurkan kepada warga. Karena itu, kami mengajak pemerintah desa  (pemdes) untuk menganggarkan komponen dan operasional destana,’’ ujar Rowi. (den/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button