Madiun

Jumlah Alat Rapid Tes Cepat Terbatas

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Upaya mencegah penyebaran Covid-19 yang dilakukan Dinkes Kabupaten Madiun menemui batu sandungan. Mereka mengaku minim alat rapid test. Alat kesehatan (alkes) itu sulit mereka dapatkan saat ini. Stoknya langka di pasaran.

Kadinkes Kabupaten Madiun Soelistyo Widyantono mengatakan, selama ini pemeriksaan rapid test bergantung pada alkes pemberian pemprov. Tapi, kuotanya terbatas. Sementara alat tes cepat yang dibutuhkan banyak. Terutama untuk mengantisipasi penyebaran virus korona terhadap para pemudik. ‘’Kami sudah pesan 4.000 unit rapid test, tapi barang sulit dicari,’’ katanya Kamis (23/4).

Soelis, sapaan Soelistyo Widyantono, menyebut ada 240 unit rapid test hasil bantuan pemprov. Ratusan alkes itu kemudian disalurkan ke sejumlah fasilitas kesehatan (faskes). Seperti 40 unit ke RSUD Caruban, 20 unit ke RSUD Dolopo, dan 40 unit ke Puskesmas Geger. Serta masing-masing 20 unit alat rapid test telah didistribusikan ke Puskesmas Gantrung, Wungu, Jiwan, Balerejo, Mejayan, Krebet, dan Gemarang. ‘’Masih ada stok juga di kami. Dan, kalau habis mengajukan lagi ke provinsi,’’ ujar Soelis.

Karena di pasaran langka, Soelis belum bisa memastikan pengadaan ribuan alat rapid test senilai Rp 22 miliar tersebut. Karena itu, untuk sementara uji cepat hanya dilakukan pada mereka yang masuk kriteria khusus. Misalnya warga yang menunjukkan gejala terpapar Covid-19 atau saat kondisi tertentu. ‘’Prosedur sudah jelas. Kalau tidak ada gejala klinis, dianjurkan isolasi mandiri di rumah,’’ terangnya.

Meski alkes itu sekarang dibutuhkan, namun Soelis menegaskan hasil rapid test bukan merupakan penentu positif tidaknya seseorang terinfeksi Covid-19. Sebaliknya, alkes tersebut sebatas pendeteksi dini. Untuk memastikan perlu dilakukan tes lanjutan berupa swab test. ‘’Yang lebih penting itu mematuhi peraturan pemerintah mengenai Covid-19. Misalnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat serta physical distancing,’’ tuturnya.

Sementara, mengantisipasi gelombang kedatangan pemudik, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Madiun bakal meningkatkan pengawasan. Pemantauan itu dilakukan bukan hanya pada pemudik yang akan datang, tapi termasuk mereka yang sebelumnya sudah mendahului mudik.

Soelis mengatakan, pengawasan maupun pemantauan itu dilakukan dengan melibatkan pemerintah desa (pemdes), bidan desa, serta unsur TNI-Polri. Karena sesuai data yang dihimpun oleh diskominfo, terdapat 17.339 orang telah mendahului musim mudik Lebaran. ‘’Isolasi mandiri dengan pemantauan ketat. Kalau semua pemudik itu di-rapid test, jebol anggaran pemkab,’’ ungkapnya.

Sementara desakan agar pengadaan alat rapid test itu segera dilakukan, makin kencang. Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Madiun Wahyu Hidayat menginginkan setiap puskesmas mempunyai alat rapid test. Dengan begitu, mereka bisa melakukan tracing dan upaya pencegahan penyebaran Covid-19. ‘’Saat ini memang ketersediaan barang di pasaran sulit. Tapi, ketika ada peluang membeli, sebaiknya banyak sekalian. Idealnya setiap puskesmas punya dan persediaannya terjaga,’’ terang Wahyu. (den/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close