Madiun

Jumatan Dapat Diganti Salat Duhur di Rumah Selama PPKM Darurat

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Gerbang utama Masjid Agus Baitul Hakim Kota Madiun tertutup rapat sejak diberlakukan PPKM darurat 3 hingga 20 Juli mendatang. Umat Islam diminta beribadah dari rumah. Termasuk salat Jumat disarankan diganti salat Duhur di rumah masing-masing. Pun diminta terus berikhtiar dan berdoa agar pandemi Covid-19 segera berakhir.

Koordinator Peribadatan Bidang Imarah Masjid Agung Baitul Hakim Kota Madiun Iskandar mengungkapkan, keputusan itu berdasar hasil rapat berbagai unsur. Mulai takmir, tiga pilar Kelurahan Pangongangan, hingga masyarakat lingkungan setempat. ‘’Hasilnya, masjid ditutup sementara mengikuti instruksi pemerintah terkait PPKM darurat,’’ kata Iskanda, Jumat (9/7).

Rapat itu menindaklanjuti Inmendagri 16/2021, Keputusan Gubernur Jatim 188/379/KPTS/013/2021, serta Instruksi Wali Kota Madiun 15/2021. Ketiga payung hukum itu juga tercantum dalam banner berukuran raksasa yang dipasang di gerbang utama. ‘’Mohon maaf, selama PPKM darurat Masjid Agung Baitul Hakim ditutup sementara,’’ ujarnya.

Selama penutupan, azan dan ikamah dikumandangkan tanpa menggunakan speaker luar. Pintu pagar samping tetap dibuka untuk keluar masuk takmir, petugas pengamanan, dan karyawan masjid. Dipastikan pula masjid tidak menggelar ibadah Jumat hari ini (9/7). ‘’Bersabar, ini ujian dan kita terus berdoa agar pandemi segera berakhir,’’ tuturnya.

Sejatinya, lanjut Iskandar, salat Jumat di masjid selama PPKM darurat tidak dilarang. Namun, pembatasan kali ini demi mencegah mudarat. Situasi darurat ini merupakan keprihatinan bersama. Karena itu, pihaknya menyarankan salat Jumat dalam kondisi darurat diganti salat Duhur di rumah masing-masing.

Dia mengungkapkan, zaman nabi dulu juga pernah mengalami situasi darurat seperti ini. Jadi, tidak perlu memaksakan diri. Jumatan di masjid memang wajib, namun juga perlu dipikirkan mudaratnya. Apalagi di Kota Madiun kasus Covid-19 semakin naik. ‘’Kalau seperti itu, mudarat namanya. Jadi, mikirnya bukan karena wajib. Wajib atau fardu, apa pun kalau darurat, ditinggalkan tidak apa-apa. Ini semua demi kepentingan umum. Kepentingan umat,’’ tegasnya.

Kepala Kantor Kemenag Kota Madiun Ahmad Munir berpendapat sama. Seyogianya sementara ini ibadah jamaah maupun salat Jumat tidak dilaksanakan di masjid ketika situasi darurat. Pemerintah telah menetapkan seluruh tempat ibadah tutup sementara selama PPKM darurat. ‘’Salat Jumat itu wajib hukumnya bagi laki-laki. Tapi, kalau efeknya berbahaya dan kondisinya darurat, boleh diganti Duhur di rumah,’’ terangnya.

Kendati demikian, jika ada takmir ingin menyelenggarakan salat Jumat dipersilakan. Asalkan dapat mengondisikan jamaah. Namun, Munir tetap menyarankan diganti salat Duhur di rumah mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. ‘’Ini demi kebaikan bersama, patuhi pemimpin dalam hal ini pemerintah. Karena itu juga bagian dari beragama. Agama itu tidak saklek, jika dalam situasi tertentu (darurat, Red) dan membahayakan banyak orang, ibadah dapat menyesuaikan,’’ imbaunya. (kid/c1/sat/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button