Madiun

Judi Bola Pakai Uang Negara

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Judi bola online membutakan mata Ron, 31, warga Kelurahan Nambangan Lor, Manguharjo, Kota Madiun. Relationship manager (RM) Bank BRI Cabang Dolopo, Kabupaten Madiun, itu diduga menyalahgunakan rekening kas perusahaan sepanjang periode 2018 dan 2019.

Nilainya mencapai Rp 2,15 miliar. Duit miliaran itu diduga habis dipakai untuk botohan bola online. Senin (21/9) penyidik kejaksaan negeri (kejari) setempat menaikkan statusnya dari saksi menjadi tersangka perkara rasuah itu. ‘’Tersangka punya hobi judi bola,’’ kata Kajari Kabupaten Madiun Agung Mardiwibowo.

Agung menyebut, tindak pidana pegawai salah satu badan usaha milik negara (BUMN) itu masuk kategori korupsi. Duit yang ditilap bukan milik nasabah atau debitur, melainkan dana masih milik negara. Sebab debitur belum mencairkan sebagai pinjaman. ‘’Kami sangkakan pasal 2 Undang-Undang (UU) 20/2001 tentang Tipikor (Tindak Pidana Korupsi, Red),’’ ujarnya.

Modus tersangka adalah membuat kredit fiktif memanfaatkan data anggota keluarga 11 debitur. Seperti identitas suami atau istri yang tercantum dalam kartu keluarga (KK). Data itu biasa digunakan sebagai syarat awal peminjaman uang di bank. ‘’Jadi, tersangka memalsukan semua dengan nota pemindahbukuan melalui surat kuasa. Dari rekening fiktif yang dibuat itu, lalu ditransfer lagi ke rekening pribadi (tersangka),’’ terang mantan kajari Gianyar tersebut.

Agung mengungkapkan, praktik rasuah Ron terendus saat salah seorang debitur hendak mencairkan dana pinjamannya. Debitur itu dikejutkan dengan informasi teller. Yakni, dalam waktu belum lama ada pencairan sejumlah dana pinjaman. Sementara, debitur itu tidak merasa telah melakukan transaksi keluar. ‘’Kami menerima laporan lalu kroscek lebih dulu. Pihak BRI juga melakukan audit internal. Ternyata, memang ada (transaksi janggal) dengan kerugian cukup besar,’’ paparnya sembari menyebut selama proses audit internal itu terungkap korban Ron ada 11 debitur.

Agung menyatakan, penetapan tersangka telah memenuhi dua alat bukti. Salah satunya, kerugian negara Rp 2,15 miliar berdasar audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). ‘’Selama proses penyelidikan, tersangka telah diperiksa tiga kali bersama 28 saksi lainnya,’’ pungkasnya. (den/c1/cor)

Tangis Haru di Ruang Pidsus

PENYIDIK Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Madiun menahan Ron. Tersangka dugaan penyalahgunaan rekening kas Bank BRI, tempatnya bekerja, itu ditahan selama 20 hari di Cabang Rutan Kelas I Kejaksaan Tinggi (Kejati) Surabaya.

Tiga anggota keluarganya datang ke kantor kejari sekitar pukul 15.00. Selain pemberitahuan penetapan tersangka, kehadiran mereka untuk salam perpisahan. Sekaligus mengantarkan beberapa potong pakaian.

Suasana ruang pidsus mendadak haru. Dari celah pintu, istri Ron dan anaknya tidak kuasa menahan tangis. Tangisan tidak berhenti hingga setengah jam berselang. Tatkala petugas menggelandang tersangka menuju mobil tahanan. Mengenakan rompi tahanan oranye dengan tangan diborgol.

Kajari Kabupaten Madiun Agung Mardiwibowo menyebut, penahanan di Rutan Kejati Surabaya demi efektivitas. Tersangka bakal disidang di Pengadilan Tipikor Surabaya. ‘’Kondisinya (tersangka) sehat. Tadi (kemarin, Red) juga di-rapid test,’’ ujarnya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close
               
         
close