Magetan

Jual-Beli Kios Pasar Baru Magetan Jadi Atensi Legislatif

Desak Bupati Bersikap Tegas

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Isu jual-beli kios di Pasar Baru Magetan (PBM) mendapat atensi dari legislatif. Sebab, selama ini sudah menjadi rahasia umum dilakukan di bawah tangan. ‘’Secara aturan tidak boleh, tapi praktiknya ada. Kadang-kadang kami susahnya di situ,’’ kata Ketua DPRD Magetan Sujatno Selasa (4/8).

Menurut dia, praktik itu terjadi lantaran selama menempati kios, mereka sudah mengeluarkan duit untuk perawatannya. Apalagi, PBM baru kali ini disentuh rehabilitasi. Para pedagang juga berusaha mempercantik tampilan kios supaya nyaman dan menarik pembeli. ‘’Jadi, ketika dialihkan ada kesepakatan antara pemilik lama dan baru. Tapi, ini tidak dibenarkan,’’ ujarnya.

Namun, pihaknya tidak bisa memberikan ketegasan pelarangan jual-beli kios itu. Mengingat, dinas perindustrian dan perdagangan (disperindag) juga tidak tegas. Mengacu Perda 1/2012 tentang Retribusi Jasa Usaha, jika kios enam bulan tidak dioperasionalkan, segera ditarik kembali sebagai sanksi. Tidak dibiarkan tutup hingga menahun. ‘’Tinggal ketegasan pemkab. Kalau sudah tidak digunakan, tarik,’’ pintanya.

Disperindag juga harus mengedukasi pedagang dan masyarakat. Masyarakat yang hendak menggunakan kios agar tak membeli dari pemilik lama. Karena tidak ada dasarnya. Ganti nama pada surat keterangan hak pakai tempat jualan (SKHPTJ) juga tidak dipungut biaya. ‘’Butuh ketegasan bupati lewat disperindag,’’ sebutnya.

Salah seorang pedagang PBM yang enggan disebut namanya mengatakan, jual-beli kios sudah lazim. Pedagang juga sudah tahu dan melakukan kegiatan tersebut. Masyarakat luar yang hendak menempati kios juga harus membeli kios dari pemilik lama. ‘’Itu sudah rahasia umum,’’ ungkapnya. (bel/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close