Madiun

Job Nyanyi Macet, Nayla Banting Setir Jualan Dawet Jabung

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pekerja seni menjadi salah satu kelompok paling terdampak pandemi korona. Tidak terkecuali bagi Nayla Ganesha, seorang penyanyi yang biasa tampil di acara hajatan. Belakangan, perempuan itu banting setir berjualan dawet jabung agar tetap bisa mendapatkan penghasilan.

Baru sekitar dua pekan Nayla membuka warung dawet jabung di emperan bangunan tempat usaha di Jalan Panjaitan yang sudah lama tutup. Tempat jualannya terbilang sederhana. Sisi depan dan kanan hanya ditutup spanduk bertuliskan ’’Es Dawet Srikandi’’. Sedangkan atapnya dari terpal warna biru. Empat meja panjang dan satu tikar disiapkan untuk pembeli.

Sebelum berjualan dawet jabung, Nayla dulunya seorang penyanyi acara mantenan. Namun, semenjak penerapan PPKM, keran pendapatan perempuan 29 tahun itu macet total lantaran adanya larangan bagi warga menggelar pesta hajatan. ‘’Dulu saya sempat dapat tiga job nyanyi dalam sehari,’’ kenangnya.

Agar pemasukan tetap mengalir, warga Kelurahan Pandean, Kecamatan Taman, itu lantas banting setir berjualan dawet jabung. Jenis minuman tradisional itu dipilih dari pengalamannya setiap kali berkunjung ke rumah neneknya di Ponorogo. ‘’Kalau ke sana pasti disuguhi dawet jabung,’’ ungkapnya.

Keputusan Nayla tidak keliru. Warung dawet jabungnya tak pernah sepi pembeli. Tidak mengherankan bila hanya dalam waktu lima jam dagangannya sudah ludes. Termasuk nasi bungkus dan gorengan. ‘’Sehari omzetnya rata-rata Rp 1,5 juta,’’ sebut Nayla. (tr1/c1/isd/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button