Madiun

Jika Wali Murid Tak Mampu Beli Internet, Pemdes Brumbun Siap Fasilitasi Wifi

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Pemerintah Desa (Pemdes) Brumbun, Wungu, Kabupaten Madiun, bersedia memasang wifi. Teknologi komunikasi nirkabel itu untuk menunjang kegiatan belajar-mengajar (KBM) para siswa yang orang tuanya tidak sanggup membeli kuota internet. ‘’Ada anggaran di APBDes untuk pemberdayaan masyarakat,’’ kata Kepala Desa Brumbun Sugeng Pranggono Senin (27/7).

Sugeng menyatakan, sebagian warganya memang kesulitan menerapkan KBM virtual. Akan tetapi, permasalahan bukan pada susahnya mengakses internet. Melainkan orang tua tidak punya uang untuk membelikan pulsa. ‘’Kendala ekonomi, saya mengakui itu. Ibaratnya untuk makan besok saja masih pikir-pikir, bagaimana beli pulsa dan sebagainya,’’ terangnya.

Kesanggupan pemdes tercetus saat pertemuan dengan pihak SDN Brumbun dan Binti Napsiah, relawan pengajar siswa SD setempat di masa pandemi Covid-19. Pertemuan kemarin itu membahas aktivitas Binti membimbing anak-anak belajar bersama. Belakangan, kepedulian perempuan 47 tahun itu dinilai kurang tepat oleh kalangan pendidik.

Binti menerangkan, dirinya terbiasa membimbing anak belajar di rumah. Bahkan sejak sebelum ada pandemi Covid-19. Karenanya, ketika ada anak yang datang ke rumah minta bimbingan, dia tidak kuasa menolaknya. ‘’Kakek-neneknya minta tolong. Saya bantu karena kasihan dan tidak enak menolak tetangga,’’ paparnya.

Binti meluruskan aktivitas belajar bersama di pos ronda. Kegiatan itu hanya ketika anak-anak jenuh. Sementara, yang dimaksud sebulan terakhir adalah belajar di rumahnya. ‘’Saya akan berhenti membimbing belajar karena pihak sekolah tidak menganjurkan,’’ ucapnya. (den/c1/cor)

Boleh Mendampingi setelah Pandemi Membaik

AKTIVITAS Binti Napsiah membimbing belajar anak-anak berhenti. Pihak SDN Brumbun dengan tegas melarang pendampingan tersebut. ‘’Sementara ini tidak boleh seperti itu. Pertimbangannya karena protokol kesehatan. Tidak boleh ada tatap muka,’’ kata Plt Kepala SDN Brumbun Triyono Senin (27/7).

Triyono menyampaikan, sekolah tidak menganjurkan pembelajaran di poskamling. Kegiatan belajar-mengajar (KBM) telah diatur dengan sistem daring. Model pembelajarannya, guru memberi materi tugas secara online. Lantas, orang tua siswa mengumpulkan buku tugas dua kali dalam sepekan. ‘’Pembelajaran sistem daring dari video yang dibuat wali kelas,’’ ujarnya.

Disinggung tidak semua siswa mampu menjalankan KBM daring, Triyono mengklaim tidak ada keluhan. Selama ini tidak ada laporan dari orang tua atas metode tersebut. Sehingga, pihaknya menyimpulkan pembelajaran daring berjalan 100 persen. ‘’Kalau ada orang tua atau wali murid kesulitan mendampingi siswa, seharusnya laporan ke sekolah,’’ tuturnya.

Triyono menegaskan, segala bentuk pembelajaran tatap muka dilarang. Bahkan, guru dilarang mengajar sejumlah siswa di satu rumah. ‘’Seperti yang dilakukan Bu Binti itu mungkin bisa dilakukan setelah kondisi (pandemi Covid-19) membaik,’’ ucapnya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close