Madiun

Kalau Terbukti Melanggar, In Lounge Terancam Ditutup

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Penggerebekan tempat hiburan malam (THM) In Lounge oleh Polda Jatim berbuntut panjang. Pemkot berencana menutup usaha tersebut apabila memang terbukti melakukan pelanggaran pidana seperti yang saat ini sedang diselidiki oleh Polda Jatim. “Sampai sekarang kami belum mengetahui hasilnya (penyelidikan),” kata Kasatpol PP Kota Madiun Sunardi Nurcahyono, Minggu malam (13/9).

Yang jelas, lanjut dia, permasalahan tersebut sudah pihaknya laporkan ke wali kota Maidi untuk mendapatkan instruksi lebih lanjut. Termasuk apakah THM itu nantinya akan ditutup atau hanya sebatas dikenai sanksi administratif. “Kegiatan yang dilakukan oleh Polda Jatim itu sudah kami ketahui dan laporkan ke wali kota. Terkait bagaimana hasilnya kami masih menunggu,” ujar Sunardi.

Terpisah, Kabid Humas Polda Jatim Kombespol Trunoyudo Wisnu Andiko mengaku kasus penggerebekan sebuah THM di Kota Madiun itu masih diselidiki oleh Unit III Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim. Hasilnya akan dibeberkan ke publik pada press release yang rencananya akan dilakukan pada Senin (14/9). “Siapa saja pelaku dan bagaimana perkembangan kasusnya nanti akan dirilis. Saya belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut saat ini,” katanya saat dihubungi Jawa Pos Radar Madiun. (her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Penggerebekan tempat hiburan malam (THM) In Lounge oleh Polda Jatim berbuntut panjang. Pemkot berencana menutup usaha tersebut apabila memang terbukti melakukan pelanggaran pidana seperti yang saat ini sedang diselidiki oleh Polda Jatim. “Sampai sekarang kami belum mengetahui hasilnya (penyelidikan),” kata Kasatpol PP Kota Madiun Sunardi Nurcahyono, Minggu malam (13/9).

Yang jelas, lanjut dia, permasalahan tersebut sudah pihaknya laporkan ke wali kota Maidi untuk mendapatkan instruksi lebih lanjut. Termasuk apakah THM itu nantinya akan ditutup atau hanya sebatas dikenai sanksi administratif. “Kegiatan yang dilakukan oleh Polda Jatim itu sudah kami ketahui dan laporkan ke wali kota. Terkait bagaimana hasilnya kami masih menunggu,” ujar Sunardi.

Terpisah, Kabid Humas Polda Jatim Kombespol Trunoyudo Wisnu Andiko mengaku kasus penggerebekan sebuah THM di Kota Madiun itu masih diselidiki oleh Unit III Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim. Hasilnya akan dibeberkan ke publik pada press release yang rencananya akan dilakukan pada Senin (14/9). “Siapa saja pelaku dan bagaimana perkembangan kasusnya nanti akan dirilis. Saya belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut saat ini,” katanya saat dihubungi Jawa Pos Radar Madiun. (her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close