Mejayan

Jika Pelayanan Setoran PBB-P2 Tidak Optimal, Pemkab Madiun Duakan Bank Jatim

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Rendahnya capaian pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2) di Kabupaten Madiun kian melebar. Pemkab setempat menuntut Bank Jatim yang selama ini memonopoli penerimaan setoran PBB-P2 meningkatkan pelayanan.

Salah satunya, menambah outlet. ‘’Itu (penambahan outlet, Red) belum kami pikirkan. Mudah-mudahan outlet bisa ditambah, tapi kami bicarakan lagi dengan bapenda,’’ kata Kepala Cabang Bank Jatim Caruban Tien Ratnawati usai rapat dengar pendapat (RDP) terkait PBB-P2 di DPRD Kabupaten Madiun Senin (4/10).

Dalam RDP, masalah minimnya perolehan PBB-P2 di Kabupaten Madiun lantaran ada ketentuan terkait piutang. Yakni, PBB-P2 tahun ini bisa terinput jika tunggakan tahun-tahun sebelumnya terlunasi. Ratna juga menyebut pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) turut jadi kendala.

Diketahui, tahun ini capaian PBB-P2 Kabupaten Madiun jauh dari harapan. Dari target total Rp 24 miliar, per Oktober belum terkumpul separonya. Berbagai pihak sepakat dituntaskan sampai habis bulan ini. Jika tidak, pemkab berencana menduakan bank milik Pemprov Jatim itu.

Yakni, menggandeng bank lain sebagai support. Disinggung soal itu, Ratna lagi-lagi berdalih perlu pembicaraan lebih lanjut dengan bapenda. ‘’Itu (penambahan bank, Red) belum kami pikirkan,’’ ungkapnya sembari menyebut sudah ada mobil keliling Bank Jatim yang dioperasikan untuk penyetoran PBB-P2. (den/c1/sat/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button