Pacitan

Jembatan Sungai Parangan Putus Diterjang Banjir, Ratusan Warga Trobakal Terisolasi

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Ratusan jiwa warga Dusun Trobakal, Karangrejo, Arjosari, Pacitan, terisolasi. Gegaranya, jembatan penghubung dusun tersebut dengan wilayah lainnya putus diterjang banjir setelah hujan deras mengguyur wilayah setempat Sabtu dini hari (15/2).

Padahal, baru diperbaiki awal 2018 silam. Setelah jembatan yang membentang di atas aliran anak Sungai Grindulu itu putus tahun sebelumnya. ‘’Sudah dua kali ini, yang pertama bersamaan banjir bandang 2017 dulu,’’ kata Kepala Desa Karangrejo Sardi Minggu (16/2).

Menurut Sardi, rusaknya jembatan kali ini diduga lantaran sedimentasi akut di Sungai Parangan tersebut. Pasalnya, sejak dua tahun terakhir pasir dan batu kali acap hanyut dan mengakibatkan pendangkalan. Alhasil, saat hujan deras aliran air naik di atas jembatan hingga menggerus bangunan. ‘’Hujan deras dua jam saja air sudah naik, karena material tanahnya tebal,’’ ungkapnya.

Tercatat 46 kepala keluarga Dusun Trobakal terdampak. Ada jalur alternatif, tapi harus memutar menyusuri jalan setapak menuju jembatan lain. Jaraknya sekitar 500 meter di anak Sungai Grindulu itu. Namun, warga memilih nekat menyeberang saat air sungai surut. ‘’Semoga ada bantuan untuk segera membangun jembatan ini lagi,’’ harapnya.

Meski begitu, Sardi khawatir jembatan putus lagi setelah dibangun kembali. Sebab, tebalnya sedimentasi. Sehingga, pihaknya juga berharap dilakukan pengerukan material pasir dan batu di dasar sungai tersebut. ‘’Kalau sungainya dalam, mungkin akan normal seperti dulu,’’ ujarnya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan Didik Alih Wibowo menyebut bahwa kerusakan jembatan tersebut parah. Usai putus, pihaknya bersama dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) langsung mengobservasi dampak kerusakan. Saat ini, prioritasnya membuka akses warga agar tidak terisolasi. ‘’Bangunan harus lebih kuat. Misalnya menggunakan lagor besi atau baja. Tapi itu sangat tergantung hasil kajian tim teknis,’’ sebutnya. (gen/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button