Ngawi

Jembatan Gantung Karanggeneng Ditarget Rampung sebelum Pemilu

NGAWI – Impian warga Karanggeneng, Pitu, di desanya terdapat jembatan gantung semakin mendekati kenyataan. Setelah groundbreaking (tapak fondasi) selesai dibangun, pengerjaan berlanjut pada bangunan konstruksi jembatan.

‘’Kami upayakan selesai sebelum pertengahan April nanti,’’ kata PPK 2.2 Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) VIII Surabaya Nanang Kurniawan usai mengikuti kegiatan tasyakuran pembangunan groundbreaking jembatan itu, Senin lalu (25/2).

Nanang menjelaskan, sesuai keinginan warga yang disampaikan melalui anggota Komisi V DPR RI Gatot Sudjito, pembangunan jembatan gantung sepanjang 120 meter itu ditargetkan rampung sebelum pelaksanaan Pemilu 2019. Dari sisi waktu, menurut dia, target itu masih memungkinkan terealisasi. ‘’Asalkan kondisi cuacanya mendukung,’’ ujarnya.

Faktor lain yang memengaruhi, kata dia, kondisi arus Bengawan Solo. Jika arusnya deras, kemungkinan pemasangan material konstruksi jembatan gantung itu juga mengalami kendala. Meski begitu, pihaknya akan memaksimalkan pekerjaan apa pun kondisinya. ‘’Yang jelas, pengerjaannya diupayakan selesai secepatnya,’’ tegas Nanang.

Dia mengatakan, jembatan gantung tersebut kelak hanya boleh dilalui kendaraan roda dua (R2), sepeda, dan pejalan kaki. ‘’Untuk roda empat tidak boleh (lewat, Red),’’ tuturnya sembari menyebut konstruksi jembatan seluruhnya menggunakan material baja.

Kepala Desa Karanggeneng Joko Subiyanto mengungkapkan, pembangunan jembatan gantung itu berawal dari usulannya pada awal 2018 lalu. Tepatnya sesaat sebelum pelaksanaan pemilihan gubernur (pilgub) Jatim. Pada akhir tahun, proyek dimulai dengan bagian bawah jembatan. ‘’Jembatan gantung ini sangat penting bagi warga kami maupun desa sekitar,’’ katanya.

Joko menambahkan, banyak warganya yang sekolah di SMAN 1 Kedunggalar di Desa Kawu. Mereka harus menyeberangi bengawan yang dalam dan berarus deras hanya dengan perahu kayu kecil. Tidak ada pilihan lain bagi para pelajar itu. Karena jika lewat jalur darat harus memutar hingga 10 kilometer. ‘’Sedangkan jika menyeberang dengan perahu hanya sekitar 1,5 kilometer,’’ ujarnya. (tif/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close