features

Jeli Baca Peluang, Pasutri Ini Jualan Kebutuhan Dapur Online

Pandemi Covid-19 membuat banyak warga enggan keluar rumah. Namun, mereka tetap membutuhkan menu makan sehari-hari. Fenomena itu ditangkap jeli oleh Yockie Fabiyanto dengan berjualan kebutuhan dapur secara online.

SRI MULYANI, Jawa Pos Radar Madiun

PAGI itu Yockie Fabiyanto tampak asyik dengan smartphone-nya. Berulang kali pria itu membuka WhatsApp (WA)-nya. Juga mengecek direct message yang masuk ke inbox akun Instagram miliknya. Sementara, Agnesia Berlian Sondra Angelina, istrinya, sibuk mem-packing aneka barang kebutuhan dapur.

Ya, sudah satu setengah tahun ini pasangan suami istri (pasutri) tersebut berjualan kebutuhan dapur secara online memanfaatkan media sosial. Itu dilakukan agar tetap mendapatkan penghasilan usai sang istri terpaksa dirumahkan oleh perusahaan tempatnya bekerja imbas pandemi korona.

Terhitung sejak Januari 2020 lalu keduanya berjualan by phone segala kebutuhan dapur. Konsepnya, konsumen bisa memilih barang yang dibutuhkan di Instagram. Setelah itu, mengirimkan list order. Lantas, Yuke -sapaan akrab Yockie Fabiyanto- mem-follow up dengan mengemas barang, kemudian diantar ke rumah pemesan. ”Biasanya warga list order malam hari dan paginya barang diantar. Tapi, pesanan mendadak juga kami layani,” kata Yuke.

Pria 33 tahun itu awalnya hanya membidik target pasar Kota Madiun. Namun, belakangan pelanggannya merambah wilayah kabupaten. ‘’Sempat kepikiran bikin aplikasi. Tapi, customer yang kebanyakan ibu-ibu biasanya kan tidak mau ribet. Akhirnya tetap pakai WA dan Instagram,’’ ungkap warga Jalan Wadya Bakti, Kanigoro, Kartoharjo, itu.

Stok barang yang hendak dijual sebagian diperoleh dari pasar. Tidak jarang Yuke dan istri datang langsung ke sentra sayur Magetan. Pun, saat petani hendak panen, dia kerap memberi kabar kepada pelanggannya dan membuka pre-order. ”Lama-lama banyak yang ingin bermitra. Jadi, kalau pas butuh sayur banyak dan kebetulan stok kami kurang, tinggal menghubungi mereka,” jelasnya.

Sejak penerapan PPKM darurat, customer yang berbelanja online kepadanya mengalami peningkatan hingga dua kali lipat. Pun, kurir yang mengantar barang dipastikan mengenakan masker. Jika tidak, konsumen berhak komplain dan seluruh barang belanjaan tidak perlu dibayar. * (isd/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button