Ngawi

Jelang Tahun Ajaran Baru, Tukang Jahit Panen Besar

NGAWI – Momen tahun ajaran baru membawa berkah bagi kalangan penjahit. Mereka kebanjiran garapan menjahit seragam sekolah. ‘’Yang jahit ke sini meningkat dua kali lipat daripada biasanya,’’ kata Jaelani, salah seorang penjahit, Senin (1/7).

Tempat praktik menjahitnya di Desa Beran, Ngawi, pun disesaki kain seragam sekolah. Mulai putih-biru, putih–abu-abu, sampai pramuka. Maklum saja, seorang pelajar menjahitkan sedikitnya tiga setel seragam. ‘’Satu setel biayanya Rp 120 ribu,’’ sebutnya.

Meski jasa jahitnya laris manis, Jaelani enggan beraji mumpung mengeruk penghasilan. Dikatakannya, tarif per setel seragam sebesar Rp 120 tersebut merupakan besaran yang wajar. ‘’Seragam cewek lebih mahal sedikit,’’ tuturnya.

Sulastri, penjahit lainnya, mengatakan hal senada. Banyaknya pelajar yang hendak menjahitkan seragam sekolah membuatnya semringah. ‘’Jumlah jahitan meningkat dua kali lipat. Kalau tarif, ya sewajarnya saja untuk menjaga pelanggan,’’ ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang wali SMAN 1 Ngawi mengatakan bahwa siswa baru mendapat empat jenis seragam yang mesti dijahitkan sendiri. Yakni, OSIS, batik Ngawi, seragam khas sekolah, dan pramuka. Sedangkan seragam olahraga dan almamater diterima jadi.

‘’Bayar seragamnya Rp 1,2 juta lebih. ‘’Itu untuk cowok, kalau pelajar perempuan lebih mahal dari itu,’’ ujar wali murid yang enggan namanya dikorankan itu. (den/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button