NgawiPolitik

Jelang Pilkada Ngawi 2020, Lima Kandidat Konsultasi ke KPU

Jalur Perseorangan Lebih Ramai

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Antusiasme warga Ngawi berpartisipasi dalam gelaran Pilkada 2020 cukup besar. Setidaknya, sejauh ini sudah ada lima kandidat yang melakukan konsultasi ke KPU setempat terkait syarat maupun teknis maju sebagai calon perseorangan.

Komisioner KPU Ngawi Aman Rido Hidayat mengatakan, sejak awal bulan lalu pihaknya telah menyiapkan helpdesk bagi para kandidat perseorangan. Tujuannya untuk melayani jika ada warga yang berniat konsultasi mengenai syarat maupun teknis pendaftaran dari jalur tersebut.

‘’Sekarang kan agak beda dengan dulu. Jadi, selain kandidat menyerahkan syarat dukungan dalam bentuk hard copy, juga harus mengentri ke dalam aplikasi Silon (sistem informasi pencalonan, Red),’’ ujar Rido Minggu (15/12).

Rido menyebut, Jumat lalu (13/12) juga ada pasangan calon (paslon) yang secara resmi menyerahkan surat mandat operator aplikasinya. ‘’Sebelum tahapan penyerahan dukungan, kandidat harus mendaftarkan dulu operatornya untuk mendapatkan alamat ID maupun password aplikasinya nanti,’’ terangnya.

Siapa saja yang sudah menyerahkan mandat tersebut? Rido mengungkapkan, dari lima orang atau perwakilan kandidat yang telah ke KPU, baru paslon Didik Arifin-Syaifudin yang sudah secara resmi menyerahkan. Lainnya, termasuk dari perwakilan organisasi masyarakat (ormas) Muslimat NU yang juga pernah konsultasi ke KPU belum. ‘’Kalau serius tidaknya mereka, kami nggak bisa menilai,’’ katanya.

Menurut Rido, calon yang melakukan konsultasi belum tentu bakal ditindaklanjuti hingga proses pendaftaran. Bahkan, yang sudah menyerahkan syarat dukungan bisa juga tidak jadi mendaftar jika kelak KPU menyatakan tidak lolos. ‘’Kepastiannya baru bisa dilihat saat pendaftaran Juni 2020 nanti. Bersamaan dengan kandidat dari jalur parpol,’’ imbuhnya.

Meski demikian, dibanding pesta demokrasi 2015 lalu, antusiasme pada Pilkada 2020 lebih tinggi. Kala itu, hanya ada satu kandidat yang mendaftar melalui jalur perseorangan. Itu pun proses mengurus persyaratannya di akhir tahapan. ‘’Mungkin situasinya sudah beda. Kita lihat saja nanti bagaimana perkembangannya,’’ ucap Rido.

Sekadar diketahui, Jumat lalu (13/12) ada paslon dari jalur perseorangan yang datang ke KPU. Yakni, Didik Arifin, warga Desa Mojo, Bringin, sebagai bakal calon bupati (bacabup). Sedangkan bakal calon wakil bupati (bacawabup)-nya Syaifudin dari Desa Beran, Ngawi. (tif/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button