Madiun

Jelang Mudik Lebaran, Semua Jalan Rawan Kecelakaan

MADIUN – PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK) enggan melingkari titik-titik rawan kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di jalan tol Ngawi-Nganjuk. Pengelola jalan bebas hambatan itu memandang ruas sepanjang 49,5 kilometer (km) yang membentang dari Klitik, Ngawi hingga Wilangan, Nganjuk sama berbahayanya jika pengendara tak waspada. ‘’Kami tidak ingin membuat kesan kerawanan di kilometer tertentu. Itu justru membuat pengemudi abai di titik-titik lainnya,’’ kata General Manager Operasi dan Maintenance PT JNK Charles Lendra Selasa (28/5).

Sikap PT JNK itu berdasarkan hasil analisis dan evaluasi (anev) kejadian laka lantas sejak diresmikan Presiden RI Joko Widodo akhir Maret 2018. Tidak ada kecocokan ketika membandingkan titik kejadian selama sembilan bulan di tahun lalu dengan empat bulan tahun ini. PT NKJ sempat menaruh atensi terhadap lima kilometer ruas jalan bebas hambatan yang tidak terputus. Cukup menonjol dengan persentase insiden mencapai 20 persen dari total keseluruhan. Akan tetapi, kelima ruas terkait justru nihil kejadian di tahun ini. ‘’Padahal lima kilometer itu luas lho,’’ ujarnya.

Charles belum berani menyatakan ruas sepanjang lima kilometer itu sebagai blackspot. Pun, kala disinggung ada pergeseran di ruas lainnya. Sebab, penentuan label jalur tengkorak ditentukan dengan adanya data pembanding laka lantas. Setidaknya setelah tol beroperasi kurun dua-tiga tahun. Selain lokasi yang tidak sama, faktor penyebab laka lantas juga berubah. Bila tahun lalu human error mengantuk dengan pecah ban sama-sama tinggi, kini pecah ban yang menonjol. ‘’Sedangkan mengantuk mulai berkurang,’’ ucapnya.

Catatan Radar Caruban, ada delapan insiden laka dengan lima korban meninggal dunia selama 10 bulan tahun lalu. Sedangkan tahun ini ada enam kejadian dengan lima orang tewas per 27 Mei. Bila membandingkan lokasi kejadian di dua periode tersebut, untuk tahun ini nihil insiden di ruas Km 620–623 masuk wilayah Saradan dan Pilangkenceng.

Terlepas masih adanya insiden, Charles mengklaim jalan tol susah semakin safety. Pihaknya terus melakukan penambahan peranti penunjang keamanan terdiri 11 jenis. Di antaranya rambu batas kecepatan, rumble stripe, guard rail, dan flashing light. Totalnya mencapai ratusan unit yang terbagi sesuai spesifikasi masing-masing. Fasilitas tersebut tinggal didukung kesadaran pengguna jalan memperhatikan kondisi tubuh dan fisik kendaraan. ‘’Jangan memaksa mengemudi kalau ngantuk atau sering berhenti di rest area untuk mendinginkan mesin dan ban,’’ pintanya.

PT JNK juga menambah rumble stripe sebanyak 20 unit di ruas yang melintasi Kabupaten Madiun di momen Lebaran tahun ini. Pita kejut yang tujuannya menjaga kesadaran pengemudi dari rasa kantuk tersebut dipasang berjarak 10 kilometer mulai Km 585 hingga Km 670. Khusus mendekati rest area jaraknya dipangkas menjadi 1,5 kilometer. ‘’Juga penambahan lampu flip-flop sebanyak 15 titik di jalur menikung,’’ pungkasnya. (cor/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button