Madiun

Jelang Lebaran, Polres Madiun Antisipasi Penumpukan Kendaraan

MADIUN – Dua jalur arteri mulai Mlilir sampai Wilangan dan Tol mulai km 601-630 diperkirakan mengalami penumpukan kendaraan. Ada sekitar tujuh titik penumpukan kendaraan di sepanjang jalur arteri tersebut.

Mulai Dumpil Exit, bottle neck dekat Gapura Caruban, perlintasan KA Kaligunting, KM 141–142 Sidorejo, Tanjakan Pugruk, perlintasan KA Wadukan dan bottle neck selepas jembatan Wilangan, Nganjuk. ‘’Perlintasan KA Kaligunting dilewati tiga arah. Perlintasan Wadukan ada penyempitan jalan,’’ tutur Kapolres Madiun AKBP Ruruh Wicaksono, Rabu (29/5).

Paling dikhawatirkan, pergerakan kendaraan di Dumpil Exit. ‘’Kalau dulu (penumpukan kendaraan, Red) di Wilangan Exit saat masih fungsional,’’ lanjutnya.

Rekayasa lalu-lintas disiapkan saat terjadi penumpukan kendaraan di jalur arteri. Namun, pemecahan jalur baru dilakukan jika penumpukan kendaraan sudah mengular lebih dari 3 kilometer. Penumpukan kendaraan di perlintasan KA Kaligunting dialihkan menuju simpang tiga Bungkus. Untuk kendaraan dari arah Surabaya yang antri menuju Dumpil bakal dialihkan lewat Kebonagung menuju Kota Madiun. ‘’Dari arah Madiun, alternatifnya lewat Gajah Soreng. Dari Pos 906 Madiun nanti bisa dilewatkan Bagi,’’ urainya.

Sepanjang ruas jalan nasional di Garon, Balerejo ditandai sebagai zona rawan kecelakaan. Potensinya lebih besar dibandingkan ruas di jalur selatan (Jalan Madiun-Ponorogo). ‘’Semua dalam pemantauan,’’ tukasnya.

Tak kurang dari 300 personil disiagakan di setiap pos pantau, pengamanan dan pelayanan. Dibantu 231 personil tambahan dari instansi lain dalam Operasi Ketupat Semeru 2019 ini. (fat/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button