Madiun

Jelang Idul Adha, Sapi Harga Rp 20 Jutaan Jadi Buruan

MADIUNJawa Pos Radar Madiun – Jelang perayaan Idul Adha, harga hewan kurban merangkak naik. Bahkan kenaikan tersebut cukup signifikan dibanding tahun lalu. Untuk harga sapi ukuran sama, selisihnya mencapai Rp 1-2 juta dibandingkan tahun lalu. Hal itu juga berpengaruh terhadap perubahan minat konsumen terkait ukuran sapi.

Samsi, 54, peternak sapi asal Kelurahan Tawangrejo, Kartoharjo, Kota Madiun, mengatakan bahwa saat ini konsumen lebih memilih mencari sapi yang ukuran di atas Rp 20-an juta. Berbeda dengan tahun lalu, kebanyakan yang dipilih sapi dengan ukuran lebih kecil dengan harga berkisar Rp 18-an juta. ‘’Dengan ukuran yang sama, memang untuk tahun ini harga sapi mengalami kenaikan,’’ kata Samsi.

Para pembeli jauh-jauh hari telah memesan sapi yang diternak Samsi. Dari total 21 sapi yang dimilikinya, nyaris hanya satu sapi yang belum dipesan. Alasannya, saat pemesanan harga relatif belum terlalu naik drastis. ’’Meskipun sebenarnya kenaikan harga itu sudah merangkak beberapa bulan lalu,’’ ujarnya.

Dia mengungkapkan harga sapi mulai merangkak naik sejak dua minggu jelang Ramadan hingga saat ini. Karena itu, dia membeli bibit sapi sebelum kenaikan harga itu terjadi. Sehingga keuntungan yang dia dapatkan sebanding dengan tenaga dan biaya untuk perawatan. ‘’Kalau strategi usahanya tidak seperti itu, keuntungan habis untuk perawatan,’’ ungkapnya.

Meski harga relatif naik, namun Samsi kewalahan memenuhi permintaan pasar. Hingga kini masih ada saja pemesan yang berminat meminang sapi peliharaannya. Terpaksa dia tolak karena kapasitas kandang miliknya hanya sanggup menampung 21 sapi. ’’Untuk usaha sapi memang timing yang harus tepat. Usai Idul Adha biasanya bibit sapi mulai naik,’’ terangnya.

Kenaikan harga juga berlaku untuk kambing. Dibandingkan tahun lalu, harga kambing mengalami kenaikan berkisar lima persen. Ukuran kambing dengan harga Rp 2,5 juta tahun lalu sekarang naik di angka Rp 3 juta. ‘’Alhamdulillah semua sudah dipesan,’’ ucap Sukadi, peternak kambing asal Kelurahan Sogaten, Manguharjo, Kota Madiun.

Meski naik, 33 kambing yang diternak Sukadi sudah ludes dipesan. Dia hanya tinggal merawat dan mengirimkan pesanan ketika hari H nantinya. Pun menjaga kesehatan kambing agar layak disembelih. ‘’Awalnya dulu dua kambing saja pada 2005 lalu,’’ katanya.

Terpisah, Kepala BPS Kota Madiun Umar Sjaifudin berharap pihak terkait dapat menekan kenaikan harga hewan kurban dan komoditas lainnya jelang Idul Adha. Sebab, kenaikan tersebut dapat berpengaruh pada inflasi di bulan Agustus. ‘’Semoga dapat stabil dan kami selalu berkoordinasi dengan dinas terkait,’’ kata Umar. (mg7/c1/ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button