News

Jawaharlal Nehru Adalah Pemrakarsa Terlaksananya Gnb Yang Berasal Dari

×

Jawaharlal Nehru Adalah Pemrakarsa Terlaksananya Gnb Yang Berasal Dari

Share this article

Jawaharlal Nehru Adalah Pemrakarsa Terlaksananya Gnb Yang Berasal Dari – Suka buku ini? Anda dapat menerbitkan buku Anda secara online secara gratis dalam hitungan menit! Buat flipbook Anda sendiri

232 Modul PJJ Topik IPS – Peran Orang Tua Pada Semester Mandiri Kelas IX a. Mengingatkan siswa untuk mempelajari modul b. Membimbing dan memotivasi siswa dalam pembelajaran modul c. Memfasilitasi dan membantu siswa dalam mempelajari modul d. Memeriksa kelancaran siswa dalam mempelajari modul e. Ingatkan siswa tentang tenggat waktu dan penyelesaian tugas modul. C. Kegiatan Pembelajaran 1. Kegiatan 1 Menjelaskan Proses Pengembalian Indonesia ke Negara Kesatuan Sumber: https://p3ta-indonesia.blogspot.com/1987/04/peta-republik indonesia-serikat.html Gambar 5.1. Peta wilayah Republik Indonesia Perhatikan gambar peta di atas. Dimana provinsimu? Republik Indonesia hanya ditunjukkan pada Gambar 1. Kecuali Indonesia Serikat. Kondisi di atas tentu melanggar UUD 1945. Itulah sebabnya Amerika Serikat akhirnya melebur menjadi negara kesatuan Republik Indonesia. Untuk memahami prosesnya, ikuti kegiatan di bawah ini.

Jawaharlal Nehru Adalah Pemrakarsa Terlaksananya Gnb Yang Berasal Dari

Modul PJJ Mata Pelajaran IPS – Kelas IX Belajar Mandiri Semester 233 a. Kembali ke negara kesatuan Republik Indonesia, negara federal bernama Negara Indonesia Serikat (RIS) didirikan pada tanggal 2 November 1949 berdasarkan Perjanjian KMB. RIS terdiri dari provinsi Republik Indonesia, Sumatera Timur, Sumatera Selatan, Pasundan, Jawa Timur, Madura, Indonesia Timur, Kalimantan Tenggara, Banjar, Dayak Besar, Biliton, Riau dan Jawa Tengah. Sejak pengakuan kedaulatan pada 27 Desember 1949. Munculnya RIS menimbulkan gerakan di negara-negara bagian yang akhirnya bergabung dengan Republik Indonesia untuk mendirikan negara kesatuan di dalam Republik. Indonesia (kelompok tunggal). Hal ini disebabkan beberapa faktor antara lain: 1) Banyak masyarakat Indonesia yang tidak puas dengan hasil KMB yang melahirkan negara RIS 2) Pemerintahan RIS (bentuk federasi) tidak sejalan dengan semangat dan cita-cita. publikasi. 3) Anggota parlemen RIS pendukung NKRI. 4) Mayoritas masyarakat Indonesia mengetahui bahwa negara federal didirikan di Belanda. Kronologis peristiwa yang merinci proses kembalinya negara RIS ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), lihat gambar di bawah ini; Gambar 5.2. Rakyat Jawa Barat berbaris untuk pembubaran kerajaan Pasundan dan aksesi ke negara kesatuan Republik Indonesia Sumber: 30 tahun kemerdekaan Indonesia

Buku Kelas 6

234 Topik IPS Modul PJJ – Kelas IX Belajar Mandiri Semester Contoh Gerakan untuk kembali ke negara kesatuan Republik Indonesia merupakan upaya dari masyarakat negara Pasandan. Pada tanggal 11 Maret 1950 Negara Pasundan bergabung dengan RI. Hal ini didahului oleh peristiwa penting, yaitu pada tanggal 8 Maret 1950, Pemerintah RIS dengan persetujuan DPR dan Senat RIS memberlakukan UU Darurat no. 11 Tahun 1950 tentang “Tata Cara Perubahan Susunan Negara RIS”. Berdasarkan Undang-Undang Darurat, negara-negara penerus bergabung dengan Republik Indonesia, kemudian Negara RIS terdiri dari tiga negara bagian sampai dengan tanggal 5 April 1950, yaitu: a ) Negara Republik Indonesia (RI) b) Negara Bagian Sumatera Timur (NST) ) ) c) Indonesia Timur (NIT) Pada tanggal 19 Mei 1950 diadakan perjanjian atau “Piagam Pengesahan” antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Indonesia Serikat (Negara Sumatera Timur/NST). dan Negara Indonesia Timur/NIT) yang memuat: a) Kedua pemerintah sepakat untuk membentuk negara kesatuan sebagai penjelmaan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Deklarasi 17 Agustus 1945. b) Hukum Dasar diperoleh dengan mengubah UUD RIS. Karena memuat asas-asas pokok UUD 1945 dan bagian-bagian yang baik dari UUD RIS. c) Dewan Menteri harus bersifat parlementer. d) Presiden adalah Presiden Soekarno, dan jabatan Wakil Presiden dibahas lebih lanjut. e) Pembentukan panitia yang bertugas mengelola perjanjian

Baca Juga  Contoh Kalimat Wish

MODUL PJJ UNTUK MATA PELAJARAN IPS – KELAS IX JANGKA GENAP 235 14 Agustus 1950 Rancangan UUD hasil “Komite Bersama” Rancangan Menteri Kehakiman RIS (Prof. Dr. Supomo) dan Abdul Hameed. Republik Indonesia) Senat, DPR diterima dengan baik oleh RIS dan KNIP. Pada tanggal 15 Agustus 1950, Presiden Soekarno menandatangani rancangan UUD Undang-Undang Dasar Sementara Negara Kesatuan Republik Indonesia atau dikenal dengan UUD 1950. Pada tanggal 17 Agustus 1950, negara RIS resmi dibubarkan dan kami kembali. Negara Kesatuan Republik Indonesia. Gambar 5.3. Pidato Ir Soekarno pada HUT ke-5 Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 1950 Kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia Sumber: Arsip Kompas.com b. Sistem Pemerintahan Pada masa demokrasi parlementer, negara kesatuan Republik Indonesia kembali, dan UUDS 1950 mulai berlaku, dengan sistem pemerintahan parlementer, pemerintahan/kabinet dipimpin oleh seorang perdana menteri dan kabinet bertanggung jawab. Untuk DPR/DPR. Pembentukan kabinet parlementer ditandai dengan ciri-ciri sebagai berikut: Kedudukan kepala negara tidak dapat diganggu gugat Kabinet dipimpin oleh perdana menteri dan bertanggung jawab kepada parlemen.

236 MODUL PJJ MATA PELAJARAN IPS – KELAS IX Susunan anggota dan kabinet genap didasarkan pada suara terbanyak di DPR. Parlemen, di sisi lain, pemerintah dapat memaksakan parlemen. Dengan pembentukan kabinet parlementer muncullah ketidakstabilan politik/pemerintahan. Hal ini disebabkan antara lain: 1) Demokrasi liberal yang bercirikan banyak pihak tidak sesuai dengan bangsa Indonesia. Sistem multi partai menciptakan persaingan antar kelompok. Persaingan mengarah pada konflik kelas. Akibatnya, kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara terganggu. 2) Ketidakstabilan politik juga ditandai dengan seringnya pergantian kabinet karena kurangnya rasa saling percaya antar partai. Pada era demokrasi liberal terdapat tujuh pergantian kabinet sebagai berikut: Gambar 5.4. Ilustrasi Periode Demokrasi Parlementer a) Kabinet Natsir (6 September 1950 – 21 Maret 1951) Sebelum melaksanakan program kerjanya, Kabinet Natsir dibubarkan dengan mosi tidak percaya kepada Parlemen. Hadikusumo (PNI) Tentang Pembekuan dan Pembubaran DPRD Sementara. Salah satu keberhasilan kabinet Natsir adalah pengakuan sebagai Indonesia

Baca Juga  Karakteristik Wilayah Daratan Dan Perairan Indonesia

Modul PJJ Mata Pelajaran IPS Kelas IX Belajar Mandiri Semester 237 Anggota UN ke-60 28 September 1950 Pada tanggal 21 Maret 1951 Natsir menyerahkan mandatnya kepada Presiden Soekarno. b) Kabinet Sukiman (27 April 1951 – 23 Februari 1952) Setelah runtuhnya Kabinet Natsir, dibentuklah Kabinet Sukiman dengan Perdana Menteri Dr. Sukiman dan Wakil Perdana Menteri Dr. Halo Kabinet Tsukiman jatuh pada tanggal 3 April 1952. Alasannya adalah sebagai berikut: Kesediaannya untuk menandatangani perjanjian bantuan ekonomi, teknis dan senjata dari Amerika Serikat berdasarkan Mutual Security Act (MSA) dianggap sebagai pelanggaran. Kebijakan luar negeri yang bertindak bebas (condong ke blok Barat). Tidak tegas dalam menangani gangguan keamanan di Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Selatan. Perjuangan pembebasan di Iran barat dianggap belum ada kemajuan. c) Kabinet Vilopo (3 April 1952 – 30 Juli 1953) Kabinet Vilopo jatuh pada tanggal 3 Juni 1953, sebelum program kerja dapat terlaksana dengan baik. Kabinet jatuh. Sebab-sebabnya adalah sebagai berikut: Peristiwa itu terjadi pada tanggal 17 Oktober 1952 yang merupakan bentrokan antara angkatan bersenjata dengan DPR. Peristiwa Tanjung Morawa (Sumatera Utara) mengakibatkan masalah distribusi tanah yang menimbulkan ketidakpuasan terhadap pemerintah pusat. Rasa ketidakpuasan itu berujung pada bentrok antara aparat keamanan dengan para petani yang terusir dari rumah berupa perkebunan tua pada zaman Belanda. Beberapa petani tewas dalam konflik tersebut, yang mengakibatkan kecaman keras dari pers dan parlemen.

Makalah Kelompok 8

238 Modul PJJ Mata Pelajaran IPS Kelas IX Semester Genap d) Kabinet Ali Satroamijoyo – Kabinet Wongso-Arifin atau Ali I (1 Agustus 1953 – 24 Juli 1955) Keberhasilan kabinet Ali merupakan suksesnya penyelenggaraan KTT Asia Afrika. KAA 1955) ) di Bandung. Beberapa anggota parlemen mengajukan mosi tidak percaya oleh DPR akibat pergantian pimpinan Kepala Staf Angkatan Darat yang dikenal dengan “Peristiwa 27 Juni 1955”. Pada 24 Juli 1955, Ali Sastromijoyo mengembalikan mandatnya kepada Presiden, mengakhiri kabinet Ali. e) Kabinet Burhanuddin Harahap (12 Agustus 1955 – 24 Maret 1956) Keberhasilan Kabinet Burhanuddin Harapan adalah dapat menyelenggarakan pemilu pertama tahun 1955 dengan sukses dan lancar. Namun, setelah pemilu, kabinet Burhanuddin terlihat kurang mendapat dukungan. Keengganan Presiden menandatangani undang-undang pembubaran Uni Indonesia-Belanda berujung pada jatuhnya kabinet Burhanuddin Kharap. Pada tanggal 3 Maret 1956, Burhanuddin mengembalikan mandatnya kepada Presiden. f) Kabinet Ali II (24 Maret 1956 – 14 Maret 1957) Keberhasilan kabinet Ali II adalah membatalkan hasil KMB, mendirikan provinsi Irian Barat dengan ibukota di Soasio, Maluku Utara, dan mengirimkan Garuda Saya misi ke Mesir, membangun pabrik semen Gresik, dan UU No. No.1 Tahun 1957 tentang Pokok-Pokok Pemerintahan Daerah. Belakangan terjadi gejolak di daerah dengan dibentuknya dewan daerah oleh tokoh-tokoh militer (Gon Sabha, Ali Sabha, dll) yang mengaku mengambil alih pemerintahan daerah. Masyumi juga mengumumkan akan menarik para menterinya dari kabinet Ali dalam kondisi seperti ini. Acara ini sangat lemah

Baca Juga  Sentuhan Akhir Dalam Proses Pembuatan Produk Kerajinan Adalah

MODUL PJJ PELAJARAN IPS – KELAS IX Kabinet Semester Genap 239 maka pada tanggal 14 Maret 1957, Ali Sastromijoyo harus menyerahkan mandatnya kepada Presiden Soekarno. Gambar 5.5. Kabinet Ali Sastro Amijoyo II Sumber : 30 Tahun Kemerdekaan Indonesia g) Kabinet Juanda (9 April 1957 – 10 Juli 1959) Kabinet Juanda atau Kabinet Karya berdiri pada tanggal 9 April 1957 dengan program kabinet “Panca Karya”. Dewan Nasional yang menormalkan situasi di Republik Indonesia terus membatalkan perjuangan KMB untuk pembangunan pesat Iran-Barat. Pada tanggal 5 Juli 1959, Presiden Soekarno mengeluarkan Keputusan Presiden. Otomatis kabinet Juanda harus diganti, sehari kemudian Ir. Juanda menyerahkan mandatnya kepada Presiden Soekarno.

240 Modul PJJ Topik IPS – Kelas IX Semester Genap Setelah mempelajari materi pada modul di atas, lengkapilah tabel di bawah ini tentang faktor-faktor penyebab jatuhnya kabinet periode Liberal Demokrat. Kabinet Sukiman Willopo Kabinet Ali Sastromijoyo Kabinet (I) Kabinet Burhanuddin Ali Sastromijoyo Kabinet (II) Kabinet Juanda 2. Kegiatan 2 Mendeskripsikan upaya bangsa Indonesia dalam menghadapi gangguan keamanan dalam negeri.

Miqat makani jamaah haji yang berasal dari indonesia adalah, sampah organik adalah sampah yang berasal dari, pupuk guano adalah pupuk organik yang berasal dari kotoran, ayam betutu adalah makanan khas yang berasal dari provinsi, alat musik tradisional yang berasal dari nusa tenggara timur adalah, bahan baku anyaman yang berasal dari alam adalah, bahan makanan yang berasal dari nabati adalah, shopify adalah perusahaan perdagangan elektronik yang berasal dari negara, energi alternatif adalah energi yang berasal dari, kolintang adalah alat musik yang berasal dari, rumah gadang adalah rumah adat yang berasal dari daerah, gambang kromong adalah kesenian yang berasal dari