Madiun

Jatuh Bangun Surya Ayu Septyanti Merintis Bisnis Kue Donat

Menjalani hidup sebagai single parent memaksa Surya Ayu Septyanti memutar otak untuk mendapatkan penghasilan. Kue donat akhirnya dipilih sebagai objek jualan. Setelah mengalami serangkaian kegagalan, kini dia kewalahan memenuhi permintaan.

—————

NUR WACHID, Madiun, Jawa Pos Radar Madiun

DENGAN ekspresi sedikit sedih, Surya Ayu Septyanti menceritakan masa lalunya yang membuat keluarganya retak. Dia harus mendidik dan mengasuh putrinya yang saat ini berusia satu tahun sendirian. Akhir 2017, Ayu yang tengah mengandung pulang ke rumah orang tuanya tanpa didampingi suaminya. Tidak terbayangkan perasaan Ayu kala itu yang seolah tercabik-cabik.

Sejenak Ayu berhenti bercerita saat putrinya datang menghampiri ke ruang tamu. Dia lantas berdiri menuju ruang belakang. Mengambil donat setengah jadi yang berderet rapi di dapur. Lalu, meletakkannya di samping beberapa kotak yang yang siap dikirimkan kepada pemesan. ‘’Karena kecewa, akhirnya cari pelampiasan dengan belajar buat donat,’’ kata Ayu.

Ayu mulai menggeluti bisnis kue donat awal tahun ini. Dia sengaja memasarkannya secara online. Meski baru berjalan enam bulan, orderan tidak pernah sepi. Mulai dari Madiun dan sekitarnya hingga kota-kota besar seperti Surabaya, Klaten, dan Jogjakarta. ‘’Belajarnya setelah anak berusia setahun. Tapi, baru-baru ini saja menemukan resep yang pas,’’ lanjutnya.

Sebelum itu, Ayu mesti melalui serangkaian kegagalan. Kue donat buatannya pertama keras seperti batu hingga tidak dapat dimakan. Berkali-kali percobaan dilakukan, namun hasilnya sama hingga Ayu mulai nglokro. ‘’Sempat putus asa, tapi ternyata bosan dan jadi ingat masa lalu,’’ ungkap warga Kelurahan Mojorejo, Taman, Kota Madiun, ini.

Ayu pun kembali melakukan percobaan untuk menemukan racikan yang pas sebelum akhirnya berhasil membuat kue donat bertekstur lembut. Kue itu kemudian dibagikan ke tetangga dan sahabatnya dengan cuma-cuma. Rupanya mereka suka dengan donat buatan lulusan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) itu.

Sejak itu pula pesanan mulai berdatangan. Dengan alat seadanya seperti mikser, oven, cetakan donat, dan kayu penggilas, Ayu memberanikan diri membuka usaha. Dia memasarkan produk kue donat buatannya melalui Instagram.

Ada beberapa jenis kue donat yang dia tawarkan. Mulai donat topping, donat isi dengan berbagai rasa pilihan, hingga donat custom dengan bentuk berbagai karakter untuk perayaan ulang tahun. Harganya dipatok mulai Rp 5 ribu hingga Rp 50 ribu. ‘’Bahannya tepung,  gula,  susu,  kentang,  mentega, seperti donat umumnya,’’ tutur perempuan yang pernah bersekolah di salah satu SMA Kota Madiun ini.

Kini, nyaris saban hari ada saja orderan yang datang. Bahkan, tidak jarang Ayu terpaksa menolaknya lantaran keterbatasan alat dan tenaga. Dibantu ibunya, dalam sehari Ayu mampu memproduksi hingga 20 kotak donat. Masing-masing berisi mulai enam, sepuluh, hingga 12 biji. ‘’Harus pesan dulu minimal sehari, baru ready,’’ ucapnya. *** (isd/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close