AdvertorialMagetan

Jatilarisa Puspo Raih Top Kovablik Jatim 2019

Inovasi Strategis Puskesmas Poncol dan Dinkes Tekan Angka Kematian Bayi

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Dinas Kesehatan (Dinkes) Magetan kembali menyumbang penghargaan bagi Pemkab Magetan. Melalui inovasi Puskesmas Poncol berupa Pijat Bayi Layanan Gratis Persalinan Puskesmas Poncol (Jatilarisa Puspo), Magetan masuk dalam top 45 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) Jawa Timur 2019. Piagam penghargaan tersebut diserahkan Gubenur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kepada Wakil Bupati (Wabup) Magetan Nanik Endang Rusminiarti di Hotel Bumi City Resort, Surabaya, Selasa lalu (3/12). ‘’Semoga penghargaan ini bisa memicu puskesmas atau lembaga lain untuk berinovasi dalam meningkatkan pelayanan publik,’’ harap wabup.

Program itu muncul lantaran tren angka kematian bayi dan ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Poncol yang meningkat dari tahun ke tahun. Dari angka kematian bayi, sejumlah 88 bayi di Kabupaten Magetan pada 2015, 13 persen atau 12 bayi di antaranya berasal dari wilayah kerja Puskesmas Poncol. Penyebab terbanyak karena berat badan lahir rendah (BBLR). Kurang dari 2,5 kilogram. Itu bisa disebabkan persalinan dan alur rujukan tidak melewati puskesmas. ”Dengan adanya inovasi ini, angka kematian bayi dan ibu hamil di wilayah Puskesmas Poncol bisa menurun,’’ ujarnya.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinkes Magetan Furiana Kartini menjelaskan, program Jatilarisa Puspo sudah diterapkan sejak tiga tahun lalu. Dengan adanya inovasi tersebut, secara statistik angka kematian bayi dan ibu menurun drastis. Hal itu bisa dilihat pada 2016. Dari 13 kasus kematian bayi, pada 2017 hanya tiga kasus kematian bayi. Sedangkan pada 2018 sebanyak empat kasus kematian bayi, dan tahun 2019 pada semester pertama turun menjadi satu kematian bayi. ’’Selain mengurangi angka kematian bayi dan ibu hamil, Jatilarisa Puspo juga memiliki dampak positif dalam menekan stunting dan gizi buruk,’’ jelas Furi.

Inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan fasilitas puskesmas baik sejak pemeriksaan kehamilan, persalinan, maupun pemantauan neonatus dan nifas di Puskesmas Poncol. Sehingga, dengan pelayanan dan penanganan yang komprehensif dapat menekan angka kematian ibu dan bayi. ”Untuk menerapkan inovasi ini, kami melakukan beberapa tahapan. Mulai sosialisasi lintas sektor, sosialisasi kepada masyarakat melalui posyandu, sampai pertemuan kader-kader,” paparnya.

Sedangkan untuk meraih prestasi tersebut, diakui Furi tidak mudah. Prosesnya melalui beberapa tahap. Mulai tahapan administrasi, presentasi, hingga verifikasi lapangan. Tahapan presentasi di hadapan juri independen dilakukan oleh Bupati Magetan Suprawoto secara langsung pada Selasa lalu (3/12) di Hotel Mercure Grand Mirama, Surabaya. Juri dari Provinsi Jatim  juga meninjau dan melakukan penilaian secara langsung di Puskesmas Poncol, Rabu lalu (25/9). (ebo/bel/c1/odi/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button