Madiun

Jatah Dibatasi, Beli Solar di SPBU Disertai Sejumlah Syarat

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Subur, warga Nambangan Lor, Manguharjo, sambat. Sejak beberapa hari terakhir, sopir truk material itu sulit mendapatkan solar untuk kendaraannya. Menyusul pembatasan kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi itu di seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Biasanya dia mengisi tangki truknya Rp 350 ribu dengan estimasi untuk satu minggu. Akibat pembatasan tersebut, dia harus mencari dari SPBU satu ke SPBU lainnya. ‘’Kadang ada kadang tidak. Saya sampai beli di SPBU Sangen, Kabupaten Madiun. Karena SPBU di Kota Madiun tidak ada,’’ katanya ditemui di SPBU Mayjend Sungkono, Kamis (14/10).

Dia berharap jatah solar ditambah. Sebab, kelangkaan solar membuatnya kerepotan. Sedangkan untuk setiap pembelian solar di SPBU, petugas terlebih dahulu mencatat nomor polisi (nopol) kendaraan beserta jumlah solar yang dibeli.

Menurut Direktur Perusahaan Daerah (PD) Aneka Usaha Kota Madiun Sutrisno, pembelian solar memang dibatasi sesuai kuota masing-masing SPBU dari Pertamina. Itu sesuai SK BPH Migas RI Nomor 66/P3JBT/BPH MIGAS/KOM 2021. ‘’Kondisi saat ini jauh berbeda sebelum ada pembatasan kuota solar subsidi 2020 lalu,’’ ujar Sutrisno.

Saat itu, SPBU bebas melayani kebutuhan solar bersubsidi bagi masyarakat. Kini, masyarakat umum yang membeli solar, seperti untuk pertanian atau kebutuhan lain, harus membawa surat rekomendasi dari kepala desa atau lurah yang menerangkan jumlah pembelian dan peruntukannya.

Sedangkan untuk kendaraan besar seperti bus, satu kali transaksi pembelian maksimal 200 liter. ‘’Dengan adanya pembatasan ini, kami harus bisa mengatur jumlah solar bersubsidi yang dijual kepada masyarakat setiap hari,’’ jelasnya. (irs/c1/sat/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button