Ngawi

Jasa Perahu Penyeberangan Masih Diminati

Abaikan Arus Deras demi Jarak Terpangkas

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Bagi sebagian warga Desa Selopuro, Kecamatan Pitu, perahu penyeberangan masih menjadi sarana penting untuk beraktivitas sehari-hari. Selain murah, moda transportasi tradisional itu bisa memangkas jarak dan waktu. ‘’Kalau lewat jalur darat harus memutar lewat Jembatan Ngunengan yang jaraknya lebih jauh,’’ kata Kasminten, warga setempat, Selasa (18/2).

Kasminten sudah sejak puluhan tahun lalu memanfaatkan perahu penyeberangan untuk berjualan di Pasar Besar Ngawi. ‘’Kalau lewat jembatan jaraknya sekitar delapan kilometer, sedangkan jika naik perahu tidak sampai dua kilometer,’’ ungkapnya.

Meski arus Bengawan Solo saat ini terbilang deras, minat warga menggunakan perahu penyeberangan tidak berkurang. Mereka hanya dituntut lebih hati-hati saat perahu menyeberangi sungai. ‘’Terpenting penumpang duduk agar perahu mudah diseimbangkan,’’ imbuh Marsudi, salah seorang tukang perahu.

Perahu milik Marsudi sudah menggunakan mesin penggerak diesel sehingga bisa melaju lebih cepat. Durasi sekali menyeberangkan penumpang hanya sekitar lima menit. ‘’Banyak yang menyeberang di sini. Mulai pelajar, pekerja, sampai pedagang,’’ katanya.

Saat arus sungai sedang deras, perahunya melaju dengan posisi agak serong dari arus agar tidak hanyut. ‘’Selain itu, mencegah terjadinya benturan antara lambung kapal dengan arus air agar tidak bocor atau pecah,’’ terang Marsudi. (mg1/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close