Pacitan

Jangan Mengonsumsi Daging Monyet!

MADIUN – Heboh serangan virus cacar monyet yang mermaikan jagad maya akhir-akhir ini membuat warga Pacitan resah. Terlebih, wilayahnya berupa pegunungan dan hutan yang masih banyak koyek, sebutan monyet oleh warga setempat. Bahkan, sering menyambangi permukiman. Sehingga, warga khawatir penyakit itu bakal menyebar. ‘’Tidak segampang itu,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan Eko Budiono Kamis (23/5).

Menurut Eko, selain kontak langsung dengan monyet, penderita memiliki riwayat mengonsumsi daging binatang tersebut. Pun ada virus di dalam daging yang dikonsumsi. Jadi, penyebaran penyakit tak serta merta seperti flu atau cacar biasa. ‘’Secara fisik cacarnya memang mirip dan bisa sembuh dengan sendirinya apabila tak ada komplikasi saat terserang penyakit tersebut,’’ jelasnya.

Tak ubannya penyakit cacar, jika penderita terserang, gejala seperti panas dan batuk bakal menyertai. Hingga, saat ini pihaknya turut mengawasi gejala penyakit cacar yang masuk di setiap puskesmas. Eko meminta para petugas untuk mengambil sampel penderita cacar yang memiliki kontak atau sempat mengonsumsi daging monyet. ‘’Cara pencegahannya gampang. Jangan makan daging monyet. Daging lain masih banyak,’’ tegasnya.

Eko menambahkan, di Pacitan banyak sumber penyakit yang berasal dari binatang. Tak hanya monyet, beberapa jenis lain seperti kucing, tikus, sapi hingga anjing berpontesi menularkan penyakit. Sehingga dia beharap ada kesadaran para pemilik binatang peliharaan dan ternak untuk memeriksakan kesehatannya. Tak terkecuali masyarakat yang memanfaatkan monyet untuk memetik buah kelapa. ‘’Jangan sampai jadi penular penyakit. Memelihara kesehatan binatang penting agar penyakit hewan tidak menular ke manusia,’’ tambahnya.

Eko mengklaim perilaku mengonsumsi daging monyet di Pacitan nihil. Meski tak sedikit mitos yang berkembang daging binatang tersebut untuk obat. Dia berharap selain tidak mengonsumsi dagingnya, juga menjaga kebersihan dan kesehatannya. Termasuk menggunakan sarung tangan dan pelindung kaki saat merawat. ‘’Menjaga kesehatan itu yang paling penting, mencegah itu utama,’’ imbau Eko. (gen/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button