Pacitan

Jangan Main-Main dengan Anggaran Covid-19!

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Bupati Pacitan Indartato memberi perhatian khusus pada program penanggulangan Covid-19.  Sebab, anggarannya lumayan besar. Hingga Rp 25 miliar. Bupati pun mewanti-wanti jajarannya tak main-main mempertanggungjawabkan duit negara tersebut.

Terlebih, duit puluhan miliar itu diambil dari refocusing dan realokasi beberapa proyek dan pelayanan yang semestinya direalisasikan di Pacitan. ‘’Kemarin mendagri dan Kementerian Keuangan memberi petunjuk tentang itu (penggunaan anggaran, Red),’’ kata Pak In, sapaan bupati, Minggu (19/4).

Menurut  Pak In, banyak proyek fisik tertunda imbas refocusing anggaran tersebut. Pihaknya berencana meninjau kembali RKPD hasil musrenbang lalu. Mengingat, sebagian besar APBD 2020 gagal direalisasikan hingga berdampak pada tahun-tahun berikutnya.

Alhasil, mengingat besarnya imbas yang ditimbulkan, Pak In enggan muncul permasalahan lanjutan terkait anggaran. ‘’Jadi, jangan main-main, anggaran itu harus digunakan sejelas-jelasnya,’’ tegasnya.

Pak In menambahkan, pagebluk korona kali ini bersinggungan langsung dengan empati kepada masyarakat terdampak. Menyusul kebijakan work from home alias bekerja dari rumah. Khususnya, pekerja harian seperti tukang becak, ojek, hingga kuli bangunan dan pedagang. ‘’Nurani, kami minta juga dipakai. Ini untuk kepentingan rakyat,’’ ucapnya.

Pak In menegaskan, tak ada tolerasi bagi petugas yang bermain anggaran. Terlebih, penegak hukum terus memantau pergerakan duit negara tersebut. Pihaknya bakal memasrahkan pada aturan hukum. ‘’Tentu rakyat juga tidak bisa dibohongi,’’ ujarnya.

Dia menambahkan, anggaran bakal dialokasikan pada beberapa tahap penanganan Covid-19. Tak hanya biaya perawatan kesehatan, warga terdampak ekonomi pun bakal mendapat bantuan. Salah satunya, bantuan beras.

Saat ini pihaknya tengah mencocokkan data masyarakat terdampak tersebut. Mengingat, tak hanya warga miskin, warga yang rentan miskin pun butuh bantuan. ‘’Kami ada bantuan sembako nontunai. Maka, data penerima harus jelas. Kami cocokkan dengan dukcapil dan camat,’’ beber Pak In. (gen/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close