Madiun

Jangan Kucilkan Tenaga Kesehatan

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Tugas kemanusiaan yang diemban tenaga medis di masa pandemi ini harus diapresiasi. Pengucilan dan berbagai perlakuan diskriminatif yang kerap didapatkan tentu mengganggu psikologis tenaga medis. ‘’Beberapa teman yang bekerja di rumah sakit rujukan mengalami perlakuan diskriminatif. Mereka seharusnya mendapat dukungan sosial yang tinggi agar bisa bekerja optimal,’’ kata Robik Anwar Dani, psikolog Kota Madiun, Selasa (21/4).

Di garda depan, tenaga dan pikiran tenaga medis tercurahkan untuk berhadapan langsung dengan pasien Covid-19. Pengabdian ini harus dijalani sepenuh hati karena bagian dari sumpah profesi. ‘’Karena itu, tak sepantasnya mereka mendapatkan stigma negatif,’’ ujarnya.

Robik melihatnya dari prespektif psikologi massa. Fenomena ini disebutnya sebagai perilaku masyarakat yang menggiring ke arah sikap tertentu. Yakni, sikap diskriminasi terhadap tenaga medis yang telah berjuang merawat pasien Covid-19. ‘’Perilaku seperti ini sangat berbahaya jika terus-menerus terjadi. Imbasnya, masyarakat menjadi sulit jujur ketika merasakan gejala Covid-19 karena takut mendapat stigma negatif,’’ bebernya.

Seperti kasus ketidakjujuran pasien di RS Kariadi, Semarang. Menurut Robi, itu tidak murni kesalahan dari pasien terkait. Namun, lebih pada ketidaksiapan mental menghadapi stigma negatif jika menyatakan senyatanya kondisi kesehatan terkini. ‘’Akhirnya memicu penyebaran virus semakin masif. Karena banyak orang tidak mau jujur dan berbohong untuk melindungi diri dari perilaku diskriminatif,’’ tuturnya.

Robik mengimbau masyarakat senantiasa memberikan dukungan positif. Bagi tenaga medis maupun pasien dan keluarganya. Juga rajin menyaring informasi agar tidak salah persepsi di masa pandemi ini. (mg3/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close