Pacitan

Jamu Antikorona Paling Dicari

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Jamu tradisional kian diburu warga Pacitan. Sebab, khasiatnya diyakini meningkatkan imunitas atau daya tahan tubuh dari berbagai penyakit. Tak terkecuali serangan virus Covid-19 penyebab penyakit korona. ‘’Paling banyak cari jamu antikorona,’’ kata Yatmi, salah seorang penjual jamu di Pasar Arjowinangun, Senin (16/3).

Jamu yang dimaksud berbahan jahe merah. Selain itu, peminat jamu pegal linu juga meningkat. Para pembelinya berasal dari berbagai kalangan dan usia. Selain diminum di tempat, banyak juga yang pesan untuk dikonsumsi bersama keluarganya di rumah. ‘’Ini tersisa tiga botol jamu antikorona, tapi sudah dipesan,’’ ujar perempuan yang sudah jualan jamu sejak 1988 tersebut.

Meski banyak permintaan, harganya masih relatif murah dibanding empon-empon atau bahan dasarnya. Harga temulawak dari Rp 8.000 jadi Rp 30 ribu per kilogram. Kencur dari Rp 10 ribu jadi Rp 60 ribu.  Sedangkan harga jamu, per botol ukuran 600 mililiter hanya Rp 5.000. Sementara untuk gelas kecil berukuran sekitar 250 mililiter dibanderol Rp 2.000. ‘’Permintaan meningkat sekitar 50 persen dibanding sebelumnya,’’ imbuh Yatmi.

Lastri, salah seorang pembeli, mengakui khasiat jamu tradisional. Sebab, dibuat dari campuran empon-empon. ‘’Kalau saya nyari jamu anticapek, habis minum badan kembali segar,’’ ungkapnya.

Perempuan asal Kelurahan Sukoharjo, Pacitan, itu menyebut, sejak korona mewabah, jamu tradisional jadi minuman wajib dikonsumsi. ‘’Beli juga buat keluarga, mencegah penyakit lebih baik dari mengobati,’’ tuturnya. (mg2/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button