Madiun

Jalur PMI via Juanda Ditutup, Selter Pramuka Jiwan ’’Nganggur’’

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Empat bulan lebih Sanggar Pramuka Kabupaten Madiun telah menjadi selter karantina pekerja migran Indonesia (PMI). Kini, tempat tersebut tak lagi menjadi jujukan warga yang pulang kampung dari luar negeri. Terhitung sejak kemarin (21/9) selter itu menerapkan sistem on call karena tidak ada kedatangan PMI. ‘’Tidak ada PMI karena jalur kedatangan dari luar negeri di Bandara Juanda ditutup,’’ kata koordintor selter Sanggar Pramuka Nur Eko Wahyudi, Rabu (22/9).

Sekadar diketahui, Sanggar Pramuka dijadikan selter PMI mengacu ketentuan pemerintah untuk menekan persebaran Covid-19. Ratusan sudah jumlah PMI yang dikarantina di tempat itu. Kali terakhir Pemkab Madiun melakukan penjemputan PMI ke Surabaya Jumat lalu (17/9).

Usai menjalani karantina beberapa hari, kepulangan PMI ke rumah masing-masing kali terakhir terjadi pada Senin lalu (20/9). ‘’Sampai penjemputan terakhir, total PMI yang dikarantina di selter pramuka ada 644 orang,’’ imbuh Kabid Penempatan Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Madiun Hengky Sukarno.

Gelombang kepulangan PMI Kabupaten Madiun terjadi pada awal Mei lalu. Sebanyak 644 orang dijemput petugas pemkab di Surabaya dan dikarantina di selter pramuka beberapa hari sebelum dipulangkan ke rumah masing-masing. ‘’Selama ini kami sudah melakukan penjemputan PMI ke Surabaya sebanyak 72 kali,’’ tuturnya. (den/c1/isd/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button