Magetan

Jalur Pendakian Gunung Lawu Dibuka Kembali

MAGETAN – Kebakaran hutan melanda Gunung Lawu. Setidaknya empat bulan terakhir, tiga kali jalur pendakian sempat ditutup. Bahkan, hampir sebulan ditutup pada pertengahan Agustus hingga pertengahan bulan September ini. Penyebabnya bervariasi. Mulai dari perapian pendaki hingga memang ada oknum warga  yang membakar pohon atau hutan untuk mencari arang.

Penutupan terpanjang sempat terjadi di pertengahan hingga akhir Agustus lalu. Sekitar 13 hari, pendakian ditutup karena api yang menjalar dari Ngawi turut menjalar ke Magetan. Tak hanya itu, api bahkan menjalar ke wilayah Jawa Tengah.

Bahkan, sempat kembali lagi ke arah Ngawi. ‘’Tapi tidak sampai ke arah permukiman warga. Hanya melanda area dekatpuncak saja,’’ ungkap Kholil, Kepala resort pemangkuan Hutan Sarangan.

Dia menyebut bahwa sebelum itu, tepatnya pada 17 Agustus, sempat terjadi kebakaran juga. Namun, karena petugas cepat menangani. Selain itu, jangkauan medan juga terbilang mudah, api segera bisa padam. Sehingga, pendakian tak sampai ditutup pada 18 Agustus. ‘’Barulah pada tanggal 19 Agustus, api dari Jogorgo mulai menjalar ke Begdagung,’’ katanya.

Saat itu, memang medan sulit dijangkau tim dari Damkar Lawu. Sehingga, mereka membutuhkan berjam–jam untuk mencapai lokasi kebakaran. Saat itu pun, pemadam tak lantas langsung bisa memadamkan api. Butuh setidaknya dua minggu. Sampai saat itu pendakian ditutup sampai tanggal 31 Agustus. ‘’Baru berani buka pada tanggal 1 September,’’ ungkapnya.

Namun, baru dua hari dibuka, pendakian kembali ditutup. Pasalnya, api kembali muncul di area Jogorogo. Meski tidak menjalar ke arah pendakian, pihaknya tetap tak ingin ambil resiko. Situasi yang tidak kondusif membuat petugas kelimpungan jika pendaki masih diizinkan naik. ‘’Itu ditutup mulai tanggal 3 dampai tanggal 8 September,’’ katanya.

Setelah dinyatakan kondusif pada 9 September, pendakian kembali dibuka. Momen yang mendekati tahun baru Islam atau Suroan itu membuat sebagian pendaki langsung memadati area pendakian. Kebetulan saat itu akhir pekan. Setidaknya 200 pendaki langsung naik hari itu juga. ‘’Tapi, kembali ditutup pada tanggal Senin pagi (10/9).’’

Dia menyebut api kembali muncul di area Jogorgo lagi. Selain itu, ada kebakaran di sekitar Jateng atau tepatnya hampir mendekati Pos 5 jalur pendakian via Cetho. Dikhawatirkan api menjalar ke ajalur pendakian, semua pendaki pun dihimbau untuk turunoleh petugas gabungan. ‘’Sampai Jumat (14/9) lalu masih ditutup. Khsusunya untuk yang Cemoro Sewu,’’ ungkapnya.

Kholil mengungkap bahwa memang pihaknya sudah berkoordinasi dengan petugas gabungan. Kondisi harus dinyatakan kondusif ketika pendakian dinyatakan dibuka. Pihaknya, tak ingin mengulangi kejadian pada 2015 lalu yang sampi jatuh korban. Sebisa mungkin pihaknya mengantisipasi hal itu. ‘’Kebetulan memang musimnya memang musim kemarau. Kita harus tetap waspada,’’ pungkasnya. (mg4/rif)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close