Pacitan

Jalur Pacitan-Ponorogo Tersendat 3,5 Jam

Truk Alat Berat Tak Kuat Menanjak di Gemaharjo

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Arus lalu lintas Jalan Pacitan-Ponorogo tersendat Minggu  (3/11). Gegaranya, truk N 9914 US pengangkut alat berat tak kuat menanjak di Desa Gemaharjo, Tegalombo, Pacitan. ‘’Beruntung truk tertahan pohon di pinggir jalan. Kalau tidak, bisa langsung nyemplung ke jurang,’’ kata Kapolsek Tegalombo Iptu Sumarno.

Sumarno mengungkapkan truk tersebut mengangkut alat konstruksi seberat 23 ton. Alat berat bekas pembangunan jembatan Tambakrejo, Pacitan, itu hendak dibawa ke Surabaya dini hari kemarin. Nahas, sampai di tempat kejadian perkara (TKP), truk tidak kuat menanjak. ‘’Pertama tidak kuat menanjak posisinya masih aman. Kemudian kepala truk hendak diganti,’’ jelasnya.

Sudah jatuh ketiban tangga, alih-alih sanggup melintasi tanjakan setelah kepala truk diganti, kendaraan malah selip. Akibatnya, truk mundur dan menabrak pohon di pinggir jalan. Padahal, setelah penggantian kepala truk, kendaraan baru menanjak sekitar lima meter dari titik awal. ‘’Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Hanya, arus lalu lintas sempat tersendat beberapa waktu,’’ beber Sumarno.

Setelah tertahan pohon itu, posisi truk melintang memenuhi badan jalan. Akibatnya, kendaraan besar seperti bus dan truk tidak bisa melintas. Maksimal mobil pribadi yang bisa melintas. Itu pun mesti ke luar badan jalan lebih dulu sebelum bisa melintas. Antrean panjang kendaran terjadi sejak pukul 07.30 sampai pukul 11.00. ‘’Truk dapat dievakuasi dengan cara ditarik,’’ pungkasnya. (den/sat)

Kejadian Meningkat, Dominan Human Error

PENYEBAB kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di Pacitan didominasi faktor human error. Angka kejadiannya pun peningkatan. Data di kepolisian setempat mencatat terjadi 247 kasus laka lantas hingga Oktober 2019. ‘’Dalam periode sama tahun lalu, terjadi 238 laka lantas,’’ kata Kanit Laka Satlantas Polres Pacitan Ipda Amrih Widodo Minggu (3/11).

Amrih mengungkapkan, keteledoran manusia saat berkendara jadi penyebab tertinggi kasus laka lantas. Menurut dia, tak sedikit pengendara yang tidak mengindahkan peraturan berlalu lintas. Seperti, kebut-kebutan, tidak melengkapi surat-surat berkendara, sampai melanggar rambu-rambu lalu lintas. ‘’Laka lantas didominasi kendaraa roda dua,’’ ungkapnya.

Meski insiden meningkat, namun angka kematian korban menurun. Hingga Oktober 2019, tercatat 25 korban meninggal dunia akibat kecelakaan. Sementara tahun lalu pada periode sama, 42 nyawa melayang di jalan. ‘’Ada tiga titik blackspot di Pacitan. Pertama di JLS, terutama di perempatan Barehan. Kemudian Jalan Tentara Pelajar, dan Jalan Punung Donorojo. Diharapkan pengendara lebih berhati-hati saat melintas di tiga jalur tersebut,’’ pinta Amrih.

Berbagai cara dilakukan aparat kepolsian untuk menekannya. Di antaranya melakukan berbagai sosialisi. Baik kepada warga maupun di sekolah-sekolah. Pun, beberapa razia lalu lintas digelar. Selain itu, imbauan melalui banner peringatan juga sudah dilakukan. ‘’Bagi orang tua, sebaikanya tidak memfasilitasi kepada putra-putrinya yang masih di bawah umur. Kondisi seperti ini juga salah satu faktor penyebab laka lantas,’’ pungkasnya. (den/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button