Madiun

Jalur KA Madiun-Ponorogo Hanya Beroperasi 77 Tahun

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Hanya cerita yang tersisa dari kenangan kereta api Madiun-Ponorogo. Setelah 77 tahun beroperasi (1907-1984), jalur itu resmi ditutup. Lintasan atau relnya kini sudah tidak berwujud. Ada yang berubah jadi permukiman, pertokoan, hingga tertutup aspal jalan.

Dulu, jalur tersebut untuk memperlancar perniagaan. Sebab, mayoritas penumpangnya para pedagang yang menjual hasil bumi ke pasar. Pun untuk angkutan atau distribusi barang. Misalnya dari Pabrik Gula Kanigoro. Termasuk kayu, teh, dan lainnya. ‘’Jalur kereta api itu dibangun oleh Staatsspoorwegen,’’ kata Andrik Suprianto, aktivis Historia van Madioen (HvM), Rabu (3/3).

Pembukaannya bertahap. Pertama Madiun-Mlilir. Kemudian dilanjutkan Mlilir-Slahung, Ponorogo. Rutenya, dari Stasiun Kota Madiun ke timur melintasi Oro-Oro Ombo ke Jalan Halmahera. Lalu depan Pasar Besar Madiun (PBM), Jalan Bogowonto, Jalan H Agus Salim, dan Sleko.

Berbelok ke PG Kanigoro hingga Sangen dan Pagotan. Baru melaju lurus ke arah selatan hingga Slahung. ‘’Kadang di PG Kanigoro ada yang balik ke Madiun, ada juga yang berhenti di Pagotan,’’ terang Andrik sembari menyebut total panjang rel sekitar 32,5 kilometer.

Seiring waktu berjalan, jalur yang dibuka pemerintah kolonial Belanda itu kalah bersaing dengan angkutan umum dan kendaraan pribadi yang semakin berkembang. Sehingga, resmi ditutup pada 1984. ‘’Meski naik kereta waktu itu murah di ongkos, tapi waktu tempuhnya lama,’’ ujarnya. (mg2/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button