Magetan

Jalur Cemoro Sewu Kembali Dibuka

Hanya Ditutup Dua Hari

MAGETAN, Radar Magetan – Penutupan jalur pendakian Gunung Lawu via Cemoro Sewu, Magetan, tidak berkepanjangan. Perhutani kembali membuka Kamis (20/8). Hanya berselang dua hari sejak ditutup Senin (17/8). ‘’Pendaki tetap harus mematuhi protokol kesehatan,’’ kata Paijo, mandor wisata Perhutani KPH Lawu Ds.

Paijo mengatakan, tempo penutupan dimanfaatkan untuk membersihkan jalur. Papan imbauan bakal dipasang di sepanjang jalur ke puncak. Pemasangan peranti itu sebagai pengganti keterbatasan jumlah pengawas. ‘’Untuk protokol pendakian dan kesehatan tidak ada perubahan,’’ ujarnya.

Dia menyebut, para pendaki menjalani briefing sebelum mulai mendaki. Perbekalannya juga dicek. Rombongan harus bisa menjaga jarak tanpa membuat kelompoknya terpisah di tengah jalan. ‘’Pendaftaran di pos induk harus tertib, tidak boleh berjubel,’’ tuturnya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magetan Ari Budi Santosa menyebut, 15 personel disiapkan melakukan pengamanan. Pengerahan itu menyikapi libur panjang akhir pekan ini. Tugas mereka tidak hanya memantau perjalanan pendaki, tapi juga penerapan protokol kesehatan. ‘’Pintu masuk akan diawasi ketat,’’ katanya. (fat/c1/cor)

Hukum Push-up Pelanggar Protokol Kesehatan

SATPOL PP dan Damkar Magetan mengintensifkan patroli protokol kesehatan di sejumlah objek wisata saat akhir pekan. Tim menyisir dan bakal menindak pengunjung yang tidak mengenakan masker. ‘’Kami minta push-up sebagai bentuk shock therapy,’’ kata Kepala Satpol PP dan Damkar Magetan Chanif Tri Wahyudi.

Chanif menyebut, hukuman terbukti efektif memberikan efek jera. Ketika patroli beberapa waktu lalu, misalnya. Warga langsung mengenakan masker begitu tahu ada pemuda yang dihukum. ‘’Kalau hanya imbauan, disepelekan,’’ ujarnya.

Patroli akhir pekan dilakukan karena animo berwisata tinggi. Sasarannya bukan hanya pengunjung, melainkan juga pedagang. Pelaksanaan tidak hanya malam, tapi juga siang. ‘’Orang yang berolahraga di area wisata juga akan kami awasi. Selesai olahraga, masker harus kembali dipakai,’’ terangnya.

Chanif menyebut, masyarakat masih berpikir bahwa kabupaten ini terbebas dari Covid-19. Menyusul adanya pasien yang sembuh. ‘’Sosialisasi akan terus dilakukan,’’ ucapnya. (fat/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button