Ngawi

Jalanan Ngawi Disekat Sana-Sini

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Tingkat mobilitas warga Ngawi selama masa PPKM Darurat masih tinggi. Dinas Perhubungan (Dishub) mencatat 2.600 kendaraan bermotor masuk ke Bumi Orek-Orek dari tiga ruas jalan per harinya. Tapi, setelah disekat hanya tinggal 1.040 kendaraan.

Kepala Dishub Ngawi Rahmad Didik Purwanto mengatakan penyekatan kendaraan dilakukan di exit toll Solo–Kertosono (Soker) di Desa Grudo, Ngawi. Juga dua wilayah tapal batas di perbatasan Sragen, Jawa Tengah, dan Bojonegoro. Pengendara yang tidak mengantongi surat vaksin dan antigen negatif tidak diperbolehkan melintas. ‘’Pusat menargetkan pengurangan hingga 70 persen,’’ ujarnya.

Di sisi lain, Didik mengklaim bahwa pengurangan mobilitas kendaraan di wilayah perkotaan cukup drastis. Menyusul penutupan akses masuk Alun-Alun Merdeka. Yakni, di Jalan Yos Sudarso, Teuku Umar, Thamrin, dan Jaksa Agung Suprapto. Selama ini alun-alun menjadi jujukan warga mencari hiburan murah meriah. ‘’Berkurangnya sudah 80 persen dari biasanya yang melintas 300–400 kendaraan per hari,’’ ungkapnya. (mg5/c1/cor/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button