Ponorogo

Jalan Unik Catur Sujatmiko Menekuni Seni Xylography

Komunikasi dengan Panitia Pakai Google Translate

Dalam berkesenian, yang penting adalah kemauan untuk belajar dan mencintai apa yang dilakoni. Dalam lima tahun, Catur Sujatmiko telah menghasilkan ratusan karya xylography. Oktober lalu, karya cukil kayunya yang berjudul Pandemi terpilih dipajang di salah satu pameran di Santiago, Chile.

ERWIN SUGANDA, Jawa Pos Radar Ponorogo

SUARA jangkrik dan nyamuk beterbangan menjadi teman Catur Sujatmiko setiap malam. Pemuda 33 tahun itu hobi begadang di studio kecilnya. Menggarap seni xylography yang sudah ditekuninya usai lulus kuliah lima tahun silam. ‘’Saya biasa menghabiskan waktu di studio mulai pukul 22.00 sampai menjelang pagi,’’ kata warga Surodikraman, Ponorogo, itu.
Catur tergerak menggeluti xylography lantaran keunikan seni tersebut. Butuh kejelian dalam mencukil kayu sehingga sesuai dengan gambar yang dirancang. Tentu, waktu yang dihabiskan tidak bisa singkat. Uniknya, Catur awalnya tidak belajar seni kriya. Dia justru mempelajari desain komunikasi visual di Institut Seni Indonesia (ISI) Jogjakarta. ‘’Mulai benar-benar menekuni xylography lima tahun lalu, setelah lulus kuliah,’’ ujarnya.
Sebagai seniman, Catur cukup produktif dalam menelurkan karya. Minimal dia menghasilkan tiga karya dalam sepekan. Dari menekuni xylography, Catur mampu menghasilkan pundi-pundi rupiah. Karyanya diikutkan berbagai pameran. Suatu ketika, karya xylography-nya laku besar. ‘’Salah satu karya saya pernah laku Rp 3 juta, dibeli warga Magetan,’’ ungkapnya.
Namun, bukan uang yang membuat Catur bertahan. Sebagai seniman, Catur tidak memprioritaskan uang di atas segalanya. Hal itu yang membuat dia terus berkembang sebagai pelaku seni xylography. Berkat ketekunannya, salah satu karya Catur yang diberi judul Pandemi mendapat apresiasi tinggi. Karya itu dipamerkan di Santiago, Chile, Oktober lalu. ‘’Waktu dihubungi panitia, untungnya sedikit bisa bahasa Inggris. Selebihnya pakai Google Translate,’’ cetusnya. *(naz/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button