Ponorogo

Jalan Raya Ponorogo-Trenggalek Rawan Kecelakaan

PONOROGO – Kilometer 11-13 Jalan Raya Ponorogo-Trenggalek ditetapkan sebagai zona rawan kecelakaan (blackspot). Tahun lalu jalur blackspot membentang 500 meter dari arah utara dan selatan di simpang empat Balong. ‘’Tahun ini jalur menuju Trenggalek,’’ tegas Kanit Lakalantas Polres Ponorogo Iptu Badri.

Tingginya angka kecelakaan di jalur itu menjadi faktor utama penentuan titik blackspot. Semester pertama tahun ini saja, empat nyawa melayang akibat kecelakaan. Seluruh kejadian disebabkan pengendara kecapekan. ‘’Sehingga lalai dan konsentrasi berkurang,’’ lanjutnya.

Pun, lebar ruas jalur itu tidak sebanding dengan volume kendaraan, terlebih saat mudik lebaran. Volumenya diperkirakan mengalami peningkatan mulai H-7 hingga H-1 Lebaran. ‘’Di ruas itu selalu terjadi kemacetan,’’ imbuhnya.

Selain itu, ada empat titik rawan kemacetan di jalur nasional. Mulai simpang empat Mlilir dari pintu utara, Tambakbayan, Jetis, dan jalur yang melintas di Alun-Alun. Jalur nasional di daerah setempat membentang dari Jalan Soekarno Hatta (pintu masuk Mlilir hingga perempatan pabrik es), Jalan Letjend S. Parman, Jalan MT Haryono, Jalan Diponegoro, Jalan Raya Pacitan-Ponorogo hingga perlimaan Dengok, serta Jalan Nasional III (perlimaan Dengok hingga pintu masuk Trenggalek). ‘’Kami tempatkan tim pengurai dari jajaran sembilan.’’

Disiagakan di Pos Pelayanan Alun-Alun dan pos 901 Pasar Songgolangit, 902 Salju Buana, 903 Terminal Selo Aji, 904 Mlilir, dan pos 905 Ngebel. Seluruh petugas standby dan siap bergerak jika terjadi kemacetan. Beberapa rekayasa lalu-lintas pun dipersiapkan. ‘’Seluruh tim gabungan juga siaga di tiap pos yang kami sediakan,’’ imbuhnya.

Pantauan Radar Ponorogo, masih terdapat jalan bergelombang di sepanjang jalur menuju Trenggalek. Tepatnya memasuki Desa/Kecamatan Sambit hingga Desa/Kecamatan Sawoo. Menanggapi hal itu, Nana Sudjana, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 17 BBPJN VIII Surabaya mengatakan jalan bergelombang bakal diterapkan perbaikan sistem saloop dan patching (penambalan). ‘’Agar tetap dapat dilewati pemudik,’’ katanya.

Meskipun pekerjaan ini bakal membuat kurang nyaman pemudik, dia memastikan  pekerjaan overlay sepanjang 8 kilometer selesai dilakukan H+10 lebaran. ‘’Untuk overlay kita ambil spot-spot yang terparah di jalur antara Sambit sampai Sawoo,’’ lanjutnya.

Sementara titik longsor di Desa Pangkal, Sawoo dipastikan telah selesai diperbaiki. Dipastikan tidak ada jalan berlubang di jalur nasional. ‘’Tiap hari kami sisir dan benahi jika ada yang berlubang. Sedangkan pekerjaan utama masih terkonsentrasi di km 15-18 Desa Nglinggis, Tugu, Trenggalek,’’ ucapnya. (mg7/fin) 

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button