Ngawi

Jalan Berlubang Ditanami Pohon Pisang

Bentuk Protes Warga Rusaknya Jalur Kendal-Gendingan

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Kerusakan Jalan Kendal-Gendingan yang hingga kini belum tersentuh perbaikan membuat masyarakat geram. Minggu (9/2) sejumlah warga di Dusun Gendingan, Desa Sidorejo, Kecamatan Kendal, menanami jalan itu dengan belasan pohon pisang.

Jalan yang menghubungkan wilayah Desa Karanggupito, Kecamatan Kendal, dan Desa Ngrayudan, Kecamatan Jogorogo, tersebut penuh lubang. Lebarnya berkisar 30 sentimeter dengan kedalaman 20 sentimeter. Kerusakan akses itu merata mulai ruas Kendal-Gendingan. Karena kesal, warga setempat menanaminya dengan pohon pisang untuk menandai adanya jalan berlubang.

Sutrisno, warga Dusun Gendingan, mengatakan, sudah lama ruas Jalan Kendal-Gendingan tidak mendapatkan perbaikan permanen. Selama ini penanganan kerusakan jalan sepanjang 150 meter itu sebatas pengurukan dengan material tanah oleh pihak DPUPR. ‘’Jalan kembali rusak setelah turun hujan. Bahkan, semakin parah,’’ ujarnya.

Sutrisno mengungkapkan, kondisi itu tentu membahayakan pengguna jalan. Karena bisa terperosok ke dalam lubang. Tidak hanya berlubang, sebagian jalan juga penuh dengan batu kerikil. Beberapa pengendara sepeda motor sempat kedapatan terjatuh karena kerusakan jalan tersebut. Beruntung tidak sampai ada korban jiwa. ‘’Yang terakhir ibu bersama dua anaknya, sampai harus mendapat perawatan karena mengalami lecet di tangan dan kakinya,’’ beber Sutrisno.

Selama ini jalan itu menjadi akses perekonomian warga. Terutama sebagai jalur angkut hasil pertanian. Di sisi lain, jalan itu merupakan jalur wisata menuju bumi perkemahan Gendingan, wisata durian Karanggupito, dan alternatif ke Wanawisata Selo Ondo dari arah Pasar Kendal.

Kepala Desa Sidorejo Djarman tak menampik banyak warganya yang mengeluhkan kondisi Jalan Kendal-Gendingan. Namun, pihaknya tak bisa berbuat banyak. Karena jalan itu kewenangan pengelolaannya ada pada DPUPR Ngawi. ‘’Pernah menawarkan perbaikan, tapi urung kami lakukan karena melanggar kewenangan,’’ ujarnya.

Kasi Teknik Jalan dan Jembatan DPUPR Ngawi M. Fauzi Amir mengungkapkan, kerusakan jalan itu disebabkan sering dilintasi truk overtonase. ‘’Sebenarnya pengaspalan bisa dilakukan tahun ini. Tapi, karena sering dilintasi truk bertonase tinggi, kondisi aspal pasti tidak akan bertahan lama,’’ bebernya.

Menurut Fauzi, perbaikan jalan bisa dilakukan dengan cara betonisasi. Sehingga, bisa lebih awet. Hanya, dia mengaku perlu anggaran besar. ‘’Anggaran yang tersusun baru pada tahun 2020, sedangkan perbaikan jalan masuk anggaran tahun 2021,’’ jelasnya. (mg1/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button