Ngawi

Jaga Psikologis Warga Isoman, Siaran Kematian via Toa Masjid Ditiadakan

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Ada asap ada api. Imbauan Pemkab Ngawi untuk tidak menyiarkan kabar kematian lewat pengeras suara di masjid atau musala dilatarbelakangi kajian ilmu medis. Imbauan itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Bupati Nomor 100/07.106/404.011/2021 yang berlaku mulai Rabu lalu (28/7).

Menurut Bupati Ony Anwar Harsono, siaran kabar duka berdampak terhadap kondisi psikologis pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri (isoman). Turunnya mental dan psikis itu dikhawatirkan membuat kondisi kesehatan memburuk. Salah satunya mempercepat peradangan pada organ tubuh. ‘’Menurut epidemiolog, kondisi pasien positif Covid-19 akan bertambah parah saat mental dan psikisnya down,’’ kata Ony, Sabtu (31/7).

Dia mengatakan, kabar duka yang belakangan semakin sering diumumkan lewat Toa masjid atau musala membuat masyarakat cemas. Sebagai pengganti, kabar kematian dapat disampaikan melalui pesan berantai di grup WhatsApp atau platform lain. Alternatif lainnya secara getok tular dari satu orang ke lainnya. ‘’Imbauannya sudah sampai ke masyarakat. Saat ini berita kematian melalui Toa mulai berkurang,’’ ujarnya. (sae/cor/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button