Madiun

Jaga Persatuan, Rekatkan Persaudaraan

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Toleransi antarumat beragama tecermin dari kunjungan pelajar SMPK Santo Yusuf, Kota Madiun, ke lokasi pembangunan Masjid Nurul Hidayah di Mojopurno, Wungu, Madiun, Rabu (18/12).

Didampingi guru dan pengurus yayasan, 15 pelajar berkaus olahraga dan berkalung rosario itu membaur hangat dengan pengurus masjid dan tokoh agama setempat. ‘’Apa arti perbedaan kalau kita tidak saling menghargai. Di sinilah kami mengajarkan kepada anak-anak bahwa perbedaan itu indah,’’ kata Kepala SMPK Santo Yusuf, Kota Madiun, Maria Ratih Prasetyarini.

Siswa, guru, dan pengurus yayasan yang beragama Katolik itu turut menyumbangkan material untuk membantu proses pembangunan masjid di wilayah perbatasan tersebut. ‘’Kebetulan bulan ini kami memperingati Natal,’’ ujarnya.

Ketua Yayasan Mardiwijana Gonzaga Madiun Bruder Filipus Neri Subardi menegaskan pentingnya menjunjung semangat kasih dan damai. Tak hanya bagi kalangan sendiri, rasa persaudaraan juga harus dirasakan seluruh masyarakat. ‘’Baik yang beragama Islam, Katolik, Hindu, Buddha, dan lainnya, mari kita kembangkan semangat inklusivitas dan kedamaian untuk menjaga NKRI,’’ ajaknya.

Damar, ketua panitia pembangunan masjid, menyambut hangat kedatangan saudara berbeda keyakinan tersebut. Pembangunan masjid telah dimulai Oktober lalu. Itu merehabilitasi musala yang telah berdiri sejak 1981 silam. Warga setempat membulatkan tekad mengembangkan musala lantaran masjid terdekat jaraknya sekitar 1,5 kilometer. ‘’Tanahnya seluas 1.203 meter persegi telah diwakafkan ke NU,’’ tuturnya. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button