Advertorial

Jaga Laju Ekonomi Selama PPKM Darurat, Pemerintah Berikan Stimulus

JAKARTA, Jawa Pos Radar Madiun – Potensi perlambatan ekonomi selama masa PPKM Darurat diantisipasi pemerintah. Salah satunya lewat program bantuan sosial (bansos). ‘’Saat ini pemerintah melakukan realokasi dan refocusing terhadap program pemulihan ekonomi nasional (PEN) agar penanganan pandemi bisa mendorong daya beli masyarakat serta menjaga roda ekonomi,’’ terang Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Senin (12/7).

Selain melakukan realokasi dan refocusing, lanjutnya, pemerintah juga menerapkan reprioritisasing sekitar Rp 225,54 triliun sebagai mengantisipasi dampak PPKM Darurat. Besarnya anggaran tersebut digunakan untuk mendorong sejumlah program prioritas. ‘’APBN kita cukup fleksibel dalam merespons berbagai dinamika kondisi sosial ekonomi yang berkembang di masyarakat,’’ jelas Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) itu.

Lebih lanjut, Airlangga mengungkapkan ada stimulus lain yang juga sudah disiapkan pemerintah. Antara lain, diskon listrik, bantuan produktif UMKM, dan bantuan sosial tunai (BST). Khusus BST bakal disalurkan hingga Agustus mendatang dengan target 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM). Adapun setiap KPM menerima Rp 300 ribu per bulan. Sedangkan, Program Keluarga Harapan (PKH) menyasar 10 juta KPM dengan anggaran sekitar Rp 28,31 triliun.

Di samping itu, kata dia, pemerintah juga akan menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) Desa. Dari program tersebut pemerintah menargetkan 8 juta KPM. Yang mana masing-masing KPM berhak menerima Rp 300 ribu per bulan. Soal masalah data KPM, prosesnya bakal direkap oleh kepala desa atau tim relawan desa dengan mempertimbangkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dari Kemensos.

Stimulus lain yang diberikan pemerintah adalah kartu sembako. Airlangga mengatakan penyaluran kartu sembako itu akan dipercepat. Sasaran targetnya 18,8 juta KPM. Masing-masing KPM memperoleh Rp 200 ribu. Sementara, pemerintah juga menambah anggaran program kartu prakerja sekitar Rp 10 triliun bagi 2,8 juta penerima dan insentif usaha sebesar Rp 50,84 triliun. ‘’Dari sisi UMKM dan koperasi, stimulus PEN diberikan hingga semester I 2021. Samapi dengan saat itu telah terealisasi sebesar 51,27 triliun,’’ terang Ketum Partai Golkar tersebut. (don/her/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button