AdvertorialNgawi

Jaga Iklim Investasi Ngawi

Minta Dinas Memfasilitasi dan Mengawasi

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Kabar adanya perselisihan antara pihak Hargo Dumilah selaku investor Srambang Park Ngawi dengan Pemerintah Desa Girimulyo mendapat atensi kalangan dewan. Komisi III DPRD Ngawi mengundang dinas pariwisata, pemuda, dan olahraga (disparpora) setempat untuk mendapatkan kejelasan terkait permasalahan tersebut Selasa lalu (3/3). ‘’Kami ingin tahu persoalan yang sebenarnya di sana itu seperti apa,’’ kata Wakil Ketua Komisi III DPRD Ngawi Yuwono Kartiko.

Setelah mendapatkan penjelasan dari dinas terkait, King –sapaan Yuwono Kartiko– mengatakan bahwa komisinya meminta agar pemerintah daerah bisa menjaga marwahnya sebagai fasilitator maupun pendorong investasi di Ngawi. Bukan malah sebaliknya dengan berusaha mengambil alih investasi yang sudah berjalan baik. ‘’Informasi yang kami dapat itu kan pemerintah desa mempertanyakan terkait kontribusi dari investasi Srambang Park itu,’’ ujarnya.

Menurut King, hal itu disebutnya tidak baik. Sebab, masalah investasi, khususnya di Srambang Park, adalah urusan bisnis. Bila pemerintah desa setempat memaksa untuk masuk dalam urusan tersebut, tentu dapat mengganggu iklim investasinya. Lagipula, dalam perjanjian kerja sama itu pemerintah desa tidak terlibat. ‘’Itu (Srambang Park, Red) kan tripartite agreement (perjanjian tiga pihak) antara Perhutani, investor, dan LMDH (lembaga masyarakat desa hutan),’’ jelasnya.

Karena itu, dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan disparpora itu, komisi III mendesak supaya segera dilakukan fasilitasi antara pemerintah desa setempat dengan investor. Jangan sampai masalah tersebut berlarut. Bahkan membuat pihak investor kapok karena merasa diusik investasinya. ‘’Bisa lari nanti investornya. Dan itu akan jadi fenomena yang tidak bagus untuk iklim investasi di Ngawi,’’ tuturnya.

Sebaliknya, King memberikan saran agar pemerintah desa setempat lebih fokus pada upaya pengembangan multiplier effect dari keberadaan wisata Srambang Park. Bagaimana supaya dampak positif adanya wisata tersebut semakin bisa dirasakan masyarakat desa setempat. ‘’Kami minta dinas terkait memfasilitasi dan mengawasi. Supaya investasinya tetap terjaga, pemberdayaan masyarakatnya juga terjaga,’’ pintanya.

Berdasarkan informasi yang diterima koran ini, beberapa waktu terakhir mencuat kabar terkait pemerintah Desa Girimulyo, Jogorogo, yang mempertanyakan kontribusi Srambang Park ke desa setempat. Karena selama ini yang menikmati keuntungan dari keberadaan tempat wisata itu hanya pihak investor, Perhutani, dan LMDH. Sedangkan pemerintah desa sebagai tuan rumah tidak mendapatkan pemasukan sama sekali. (tif/c1/odi/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button