AdvertorialPonorogo

Jadikan Roda Tiga Pelengkap Pariwisata, Pengayuh Dipenadoni, Becak Dipacaki

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Jasa pengayuh becak yang terpinggirkan kerasnya persaingan zaman tetap diperhatikan. Pemkab menyiapkan ratusan juta rupiah demi menyulap ratusan becak wisata tersebut. ‘’Ini bagian dari solusi yang saya tawarkan pada saat kami bersama kepolisian melakukan penertiban becak motor dulu,’’ kata Bupati Ipong Muchlissoni Jumat (17/1).

Kemarin 386 pengayuh becak dikumpulkan di alun-alun. Total Rp 358,9 juta diwujudkan berupa peneduh, sandaran, pakaian penadon, serta pengecatan untuk mempercantik becak wisata. Ipong juga memberikan bantuan uang tunai Rp 38,6 juta. Setiap pengayuh becak masing-masing menerima Rp 100 ribu.

DIPACAKI: Ratusan becak kayuh dipermak menjadi becak wisata agar lebih menarik minat masyarakat.

Menurut Ipong, pemberian bantuan itu tak lepas dari semakin minimnya peminat jasa becak di Ponorogo. Padahal, dulu becak merupakan salah satu moda transportasi yang disukai masyarakat. Namun, seiring berjalannya waktu, becak kian terpinggirkan lantaran banyak yang sudah mempunyai kendaraan sendiri. ‘’Dulu waktu saya kecil sampai SMA, sepeda pancal atau motor tidak punya. Ke mana-mana sama ibu saya ya naik becak. Tapi, zaman sudah berubah, semua orang punya kendaraan sendiri,’’ kenang Ipong.

Solusi jitu yang diberikan pemkab dengan memacaki becak agar tampilannya lebih bagus. Para pengayuh becak juga akan berbusana penadon. Itu diharapkan menjadi pelengkap industri pariwisata di Ponorogo. ‘’Kami akan tentukan titik kumpulnya di mana. Salah satunya mungkin nanti di Pasar Legi. Harapannya bisa menjadi daya tarik, dan meningkatkan rezeki para pengayuh becak tersebut,’’ jelasnya.

Kepala Disperdakum Ponorogo Addin Andanawarih berharap, para pengayuh becak tetap bertahan di tengah ketatnya industri transportasi. Seiring masuknya ojek online dan moda tranportasi modern lainnya, jasa para pengayuh becak memang semakin terpinggirkan. Karena itu, perlu dipermak supaya kembali dilirik. ‘’Para pengayuh becak ini juga sungguh-sungguh. Mereka membentuk paguyuban yang didaftarkan di Kemenkumham. Jadi, hibah ini didasarkan pada usulan yang resmi diajukan paguyuban,’’ ujar Addin. (naz/c1/fin/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close