Magetan

Jadi Perantara Peredaran Sabu-Sabu, Dua Polisi Dipecat

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Rantai bisnis narkoba diam-diam menjerat korps baju cokelat. Dua anggota polisi aktif kedapatan ikut bermain dalam bisnis peredaran sabu dengan berperan sebagai perantara. Seorang petugas di antaranya anggota Polres Magetan. ‘’Berawal dari kecurigaan anggota. Setelah cukup bukti, keduanya diamankan,’’ kata Kapolres Magetan AKBP Festo Ari Permana Kamis (27/5) tanpa menyebut identitas kedua polisi.

Dua polisi itu dicokok sejawatnya pertengahan April lalu. Mereka menjadi kepanjangan tangan salah seorang eks polisi yang saat ini masih mendekam di penjara. Dari balik jeruji besi, sang mantan anggota rupanya leluasa mengontrol bisnis gelapnya dengan bantuan polisi aktif. ‘’Pengedarnya sudah dinonaktifkan sebagai anggota,’’ beber Festo yang enggan memerinci tempat eks polisi itu ditahan.

Pengusutan terhadap kedua polisi aktif diklaim rampung oleh Festo. Kedua tersangka berikut berkas perkaranya telah diserahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan. ‘’Kami sudah proses hukum kedua anggota polisi tersebut,’’ ungkapnya.

Mereka dijerat dengan pasal 114 dan 112 UU 35/2009 tentang Narkoba. Ancaman hukuman pidana maksimal 20 tahun dengan denda Rp 10 miliar dan pidana empat tahun dengan denda Rp 8 miliar. ‘’Mungkin hukuman yang dijatuhkan bisa lebih berat karena anggota Polri. Keduanya juga akan diberhentikan secara tidak hormat,’’ janji Kapolres.

Festo menyebut, proses di internal Polri terhadap kedua polisi nakal itu juga telah berjalan. Mereka akan dipecat secara tidak hormat begitu kasus di peradilan dinyatakan inkrah. Festo mewanti-wanti anggotanya untuk tidak ikut bermain di bisnis gelap narkoba seperti kedua polisi tersebut. ‘’Jika terlibat, konsekuensi yang harus dihadapi bakal berat. Kami ingin kasus ini menjadi pembelajaran bagi seluruh anggota,’’ tandasnya. (fat/c1/naz/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button